Hal ini dikarenakan dua tim teratas masih berpeluang merengkuh gelar juara, antara lain Manchester City dan Liverpool.
Dengan demikian satu trofi akan dibawa ke Stadion Etihad, kandang Manchester City, sedangkan satu trofi lainnya berada di stadion Anfield, kandang Liverpool.
Situasi seperti ini juga pernah terjadi pada musim 2018/2019 lalu ketika kedua tim yang sama juga terpisahkan satu poin di puncak klasemen. Kemenangan 2-0 Liverpool atas Wolves menjadi sia-sia karena Manchester City menang 1-4 di markas Brighton. Sehingga trofi yang berada di Anfield tidak terpakai.
Drama pekan terakhir Liga Inggris
Jelang laga penutup musim, Manchester City berada di peringkat pertama klasemen sementara dengan koleksi 90 poin. Sedangkan Liverpool menempel ketat dengan selisih satu angka yakni 89 poin.
Matchday terakhir Liga Inggris musim ini dipastikan bakal menghadirkan drama menegangkan. Liverpool wajib meraih kemenangan saat menghadapi Wolverhampton Wanderers untuk bisa meraih gelar. Namun, dengan syarat, City harus menelan kekalahan atau minimal imbang saat menjamu Aston Villa malam nanti.
Hasrat kubu Liverpool untuk merengkuh gelar juara Liga Inggris musim ini tentu masih membara. Harapan kini sepenuhnya ada di tangan mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard yang kebetulan menjabat sebagai pelatih Aston Villa.
Selain Gerrard, Aston Villa juga punya winger andalan Philipe Coutinho yang punya hubungan erat dengan penggemar Liverpool.
Skenario Man City vs Aston Villa di laga terakhir Liga Inggris 21/22 juga memberikan beban lebih di kubu Man City.
Andai Aston Villa bersama Gerrard dan Coutinho mampu menang atau minimal menahan seri skuad Pep Guardiola, dan Liverpool menang atas Wolves maka the Reds bakal berpesta.
Dengan skenario tersebut, City yang meraih hasil seri mengantongi 91 poin. Sedangkan kemenangan Liverpool membuat mereka mengoleksi 92 poin sekaligus keluar sebagai juara dengan modal keunggulan satu angka dari Man City.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News