Andoni Iraola Minta Pemain Liverpool Lakukan Diving saat Dilanggar. (Foto: DARREN STAPLES / AFP)
Andoni Iraola Minta Pemain Liverpool Lakukan Diving saat Dilanggar. (Foto: DARREN STAPLES / AFP)

Liverpool

Liverpool Gagal Dapat Penalti, Iraola Justru Minta Pemainnya Lakukan Diving

Alfa Mandalika • 02 November 2026 19:40
Ringkasnya gini..
  • Andoni Iraola meminta pemain Liverpool menjatuhkan diri atau melakukan diving saat dilanggar di kotak penalti setelah timnya kalah 0-1 dari Arsenal.
  • Iraola menilai Alexander Isak dirugikan karena tetap berdiri meski bajunya ditarik oleh Jurrien Timber, sehingga wasit tidak memberikan penalti.
  • Selain menyoroti keputusan wasit dan VAR, Iraola mengakui kesalahan Alisson Becker sebagai penyebab gol kemenangan Kai Havertz pada menit ke-16.
Liverpool: Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, secara blak-blakan meminta para pemainnya menjatuhkan diri (diving) ketika dilanggar di kotak penalti lawan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Liverpool kalah 0-1 dari Arsenal di Anfield, Minggu, 1 November.

Arsenal berhasil mencuri tiga angka lewat gol tunggal Kai Havertz pada babak pertama sekaligus mengakhiri catatan buruk Arsenal yang tidak pernah menang di Anfield selama 14 tahun terakhir.

Setelah kekalahan tersebut, Iraola kecewa dengan keputusan wasit dan juga VAR di babak pertama. Alexander Isak terlihat ditarik bajunya oleh bek Arsenal, Jurrien Timber, saat berusaha menyambut umpan silang di depan gawang.

Namun, wasit di lapangan dan wasit VAR tidak memberikan penalti. Isak tetap berusaha berdiri dan melanjutkan pergerakannya setelah bajunya ditarik.
 

Iraola Sebut Isak Dirugikan karena Tidak Diving


Dalam konferensi pers usai pertandingan, Iraola mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan perangkat pertandingan. Menurutnya, pemain yang tidak menjatuhkan diri justru dirugikan meski mengalami pelanggaran.

"Sejujurnya, kami memang harus meminta para pemain untuk menjatuhkan diri. Jika tidak, pelanggaran seperti itu tidak akan dianggap," kata Iraola, seperti dikutip dari The Athletic.

"Menurut saya, dia (Isak) adalah pemain yang jujur. Dia berusaha mengejar bola dan semua orang bisa melihat dengan jelas bahwa bajunya ditarik. Padahal, dia punya kesempatan untuk menyundul bola tepat di depan gawang. Saya tidak mengerti mengapa dia yang tidak menjatuhkan diri," lanjutnya.
 
Iraola juga membandingkan insiden yang dialami Isak dengan klaim penalti atas pelanggaran terhadap Cody Gakpo. Menurutnya, insiden Isak merupakan pelanggaran yang jelas dan seharusnya berbuah penalti.

"Untuk klaim penalti lainnya yang melibatkan tarikan terhadap Cody Gakpo, saya bisa memahami alasan bahwa dia mungkin tidak akan bisa menjangkau bola. Namun, insiden pertama jelas merupakan penalti. Tidak ada alasan untuk memperdebatkannya," tegasnya.
 

Blunder Alisson Jadi Sorotan Iraola setelah Liverpool Kalah


Selain mengkritik keputusan wasit, Iraola juga menyoroti kesalahan Liverpool yang berujung pada gol kemenangan Arsenal. Kesalahan Alisson Becker saat gagal mengantisipasi tendangan gawang yang dimanfaatkan Kai Havertz untuk mencetak gol pada menit ke-16.

"Kami harus mengakui bahwa kesalahan di awal pertandingan membuat kami kebobolan. Namun, saya senang melihat respons para pemain setelah tertinggal 0-1. Kami terus menekan Arsenal dan memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol," ucap Iraola.
 
Iraola menegaskan bahwa Liverpool harus segera memperbaiki kekurangan mereka. Ia tidak ingin timnya terlalu lama membahas keputusan wasit meski merasa dirugikan dalam pertandingan tersebut.

"Saya sudah menyampaikan pendapat saya tentang kejadian itu. Namun, kami tidak boleh terus-menerus membahas keputusan wasit. Kami harus fokus memperbaiki hal-hal yang masih kurang agar bisa memenangkan pertandingan ketat seperti ini," tutupnya.

(Ahmad Raul)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan