Pedagang Liverpool Jual Suvenir Sindiran Usai Kasus Finansial Man City. (Foto: Paul ELLIS / AFP)
Pedagang Liverpool Jual Suvenir Sindiran Usai Kasus Finansial Man City. (Foto: Paul ELLIS / AFP)

Soccertainment

Man City Jadi Bahan Olok-olokan di Anfield, Logo Oasis Ikut Disindir

Alfa Mandalika • 11 Oktober 2026 22:27
Ringkasnya gini..
  • Pedagang suvenir di luar Anfield menjual merchandise sindiran terhadap Manchester City menjelang laga melawan Liverpool, Minggu, 11 Oktober 2026.
  • Syal bertuliskan Shamchester City – The Cheats dan kaus plesetan logo Oasis menjadi bentuk sindiran atas kasus finansial Manchester City.
  • Sindiran muncul setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan keuangan Premier League.
Liverpool: Sejumlah pedagang Liverpool menjual merchandise yang menyindir Manchester City di luar Stadion Anfield, Minggu, 11 Oktober 2026. Aksi tersebut mewarnai laga pertama The Citizens sejak dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 pelanggaran regulasi keuangan oleh Premier League.

Pedagang tidak resmi mulai memadati area luar Stadion Anfield menjelang pertandingan Liverpool melawan Manchester City. Mereka memajang syal bertuliskan "Shamchester City – The Cheats".

Selain syal, terdapat kaus yang memplesetkan logo grup musik Oasis menjadi tulisan "Cheats". Pedagang juga menjual pernak-pernik bertuliskan "What’s the Story Tainted Glory?"
 
Baju Oasis Sindirian Man City
(Dok. Getty Images)

Sindiran tersebut turut menyasar Noel Gallagher dan Liam Gallagher, dua personel utama Oasis yang dikenal sebagai pendukung setia Manchester City.
 

Manchester City Terbukti Langgar 114 Aturan Keuangan


Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait pelanggaran regulasi keuangan Liga Inggris. Keputusan tersebut diumumkan setelah proses penyelidikan selama empat tahun sejak klub pertama kali didakwa pada Februari 2023.
 
Klub yang telah memenangkan delapan gelar liga sejak diakuisisi oleh Sheikh Mansour bin Zayed bin Sultan Al Nahyan pada 2008 itu terbukti melanggar aturan keuangan secara sistematis pada periode 2009 hingga 2018. Pimpinan klub dinilai sengaja meningkatkan pendapatan secara artifisial untuk menghindari regulasi yang berlaku.
 

Rivalitas Liverpool dan Manchester City Memanas


Liverpool dan Manchester City memiliki rivalitas kuat dalam persaingan gelar liga selama satu dekade terakhir. Liverpool tiga kali finis sebagai runner-up di bawah Manchester City, yakni pada musim 2013/2014, 2018/2019, dan 2021/2022. Sebaliknya, Manchester City finis di posisi kedua saat Liverpool menjuarai liga pada musim 2019/2020.
 
Menyusul tingginya tensi persaingan kedua tim, kepolisian setempat mengeluarkan peringatan keamanan khusus. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi bentrokan suporter.

Bus Liverpool dan Manchester City sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan oknum suporter saat menjalani pertandingan di Anfield.

(Ahmad Raul)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan