Cole Palmer dari Chelsea memperhatikan jalannya pertandingan sepak bola antara Chelsea dan Juventus di Stadion Kai Tak di Hong Kong pada 5 Agustus 2026, pada babak pertama. (Foto oleh May JAMES / AFP)
Cole Palmer dari Chelsea memperhatikan jalannya pertandingan sepak bola antara Chelsea dan Juventus di Stadion Kai Tak di Hong Kong pada 5 Agustus 2026, pada babak pertama. (Foto oleh May JAMES / AFP)

Ketua PFA Sebut Cole Palmer Korban dari Sistem Sepak Bola yang Rusak

Alfa Mandalika • 29 September 2026 23:35
Ringkasnya gini..
  • Kepala eksekutif PFA Maheta Molango menyebut Cole Palmer sebagai korban dari sistem sepak bola yang rusak akibat jadwal pertandingan yang terlalu padat
  • Ia menilai mundurnya Palmer dari skuad Inggris menjadi peringatan serius mengenai beban pertandingan yang dihadapi pemain.
  • Molango juga menyoroti sejumlah pemain lain yang absen dari tim nasional, termasuk Marcus Rashford, Declan Rice, dan Kylian Mbappe. Menurutnya, sepak bola perlu mempertimbangkan batas fisik pemain dalam penyusunan kalender pertandingan.
Jakarta: Kepala Eksekutif Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional (PFA), Maheta Molango, menyebut Cole Palmer sebagai korban dari sistem sepak bola yang rusak akibat jadwal pertandingan yang terlalu padat.
 
Molango menilai keputusan Palmer untuk mundur dari skuad Timnas Inggris menjadi gambaran persoalan kalender pertandingan yang semakin tidak berkelanjutan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemain harus menghadapi beban kerja yang menumpuk dan melampaui batas kemampuan fisik para pemain.
 
Selain Palmer, empat pemain kunci The Three Lions lainnya juga terpaksa mengundurkan diri menjelang jeda internasional. Mereka adalah Marcus Rashford, Declan Rice, Kobbie Mainoo, dan Tino Livramento.
 
"Ketika Inggris harus kehilangan lima pemain, padahal momen paling membanggakan bagi seorang pemain adalah dipanggil ke tim nasional, Anda pasti bertanya-tanya, apa yang salah dengan industri ini?" kata Molango dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kinerja Federasi Internasional Pesepak Bola Profesional (Fifpro) di London.

 
Cole Palmer Jadi Sorotan

 
Molango secara khusus menyoroti kondisi Palmer yang kembali harus absen dari skuad Inggris. Ia menilai penyerang Chelsea tersebut seharusnya dapat menjalani periode panjang bersama tim nasional jika kondisi fisiknya terjaga.
 
"Anda melihat orang-orang seperti Cole Palmer, yang seharusnya bisa bermain selama empat musim panas berturut-turut jika ia ikut Piala Dunia, dan Anda bertanya-tanya, mengapa ia absen?" ujar Molango.
   

"Dia absen karena menjadi korban jadwal padat, dan hal itu benar-benar harus menjadi peringatan serius," lanjutnya.
 
PFA dan FIFPRO sebelumnya diketahui telah berulang kali memperingatkan dampak kalender pertandingan yang semakin padat terhadap kondisi dan kesejahteraan pemain.
 
Keputusan Palmer untuk mundur dari skuad Inggris juga mendapat sorotan dari Tuchel. Pelatih Timnas Inggris itu mengatakan Palmer terlalu sering melewatkan kesempatan, menurut laporan BBC.
 
Molango kemudian mengkritik pandangan pelatih berusia 53 tahun tersebut. Ia menegaskan para pemain tetap memiliki keinginan besar untuk membela negara, tetapi kondisi fisik memiliki batas.
 
"Mereka (para pemain Inggris) senang bermain untuk Inggris. Mereka senang bermain untuk tim nasional mereka. Namun sayangnya, tubuh Anda membatasi hal itu. Anda tidak bisa menipu hukum biologi," tegas Molango.
 

Bukan Hanya Pemain Timnas Inggris

 
Molango menilai persoalan jadwal padat tidak hanya berdampak kepada pemain Timnas Inggris. Ia juga menyoroti sejumlah pemain dari negara Eropa lain yang baru-baru ini mundur dari tim nasional.
 
Beberapa di antaranya ialah Kai Havertz dari Jerman, penyerang Belanda Brian Brobbey, dan kapten Timnas Prancis Kylian Mbappe.
 
Menurut Molango, banyaknya pemain yang harus mundur dari tim nasional seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pengelola sepak bola.
 
"Apakah itu benar-benar sepak bola yang kita inginkan?" tanya Molango.
 
"Apakah itu sepak bola di mana orang-orang yang membuat kita bermimpi justru tidak bisa tampil maksimal? Bagi saya, ini sangat mengkhawatirkan," tegasnya.
 
Molango menilai persoalan tersebut mencerminkan masalah struktural dalam sepak bola modern. Ia menyebut sistem yang ada saat ini semakin menuntut pemain tanpa mempertimbangkan batas kemampuan tubuh mereka.
 
"Apa yang kita saksikan selama beberapa tahun terakhir adalah sistem yang sakit, yang rusak, karena pada akhirnya sistem itu berputar di sekitar perolehan suara dan konsolidasi kekuasaan," pungkas Molango.

(Muhammad Zaidan Rizky)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan