Massimo Taibi. (Foto: AFP/Adrian Dennis)
Massimo Taibi. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

10 Pemain yang Kariernya Meredup Setelah Gabung MU (Bagian - 1)

Friko Simanjuntak • 25 Juli 2022 13:00
Jakarta: Manchester United sering disebut sebagai kiblatnya sepak bola. Sejarah MU sebagai salah satu klub terbaik di dunia membuat banyak pemain yang bermimpi bisa berkarier di Old Trafford.
 
Bermain untuk Setan Merah memang memberi para pesepak bola kesempatan untuk memiliki karir seperti dongeng yang terukir dalam ingatan para pecinta sepak bola. Dengan sejarahnya yang termasyhur, MU juga menjadi tempat yang tepat bagi pesepakbola untuk meningkatkan kariernya.
 
Dalam sejarahnya, kita tentu ingat beberapa pemain hebat seperti David Beckham, Wayne Rooney, hingga Cristiano Ronaldo yang merasakan karier mereka meroket ketika bermain untuk Setan Merah.

Sayangnya, tidak semua pemain memiliki cerita manis saat menjalani kariernya di Old Trafford. Beberapa pemain justru mengalami stagnansi atau justru kariernya meredup ketika berkosum The Red Devils.
 
Melansir Sportskeeda, berikut, 10 Pemain yang kariernya meredup saat berkostum MU (Bagian - 1):

10. Massimo Taibi

Setiap orang pastinya pernah membuat kesalahan dalam hidup, tak terkecuali dengan pesepak bola. Tapi, beberapa dihukum lebih dari yang seharusnya. Itulah yang terjadi dengan kiper Italia Massimo Taibi.
 
Taibi direkrut MU dari Venezia pada musim 1999 -- 2000. Ia didatangkan Sir Alex Ferguson untuk mengisi pos Peter Schmeichel yang hengkang ke Sporting Lisbon. Suatu tugas yang sangat berat mengingat kehebatan Schmeichel di bawah mistar.
 
Eks kiper AC Milan itu memulai kariernya dengan cukup impresif. Dalam dua pertandingan pertamanya, Taibi dinobatkan sebagai man of the match, yakni saat MU menang 3-2 atas tuan rumah Liverpool dan imbang 1-1 melawan Wimbledon di Old Trafford.
 
Namun, karier Taibi berubah menjadi mimpi buruk saat melawan Southampton. Dalam kedudukan United unggul 2-1, ia membuat blunder fatal saat berupaya menahan tembakan Matthew Le Tissier. Pada saat semua orang meyakini ia bisa dengan mudah mengamankan bola yang mengarah tepat kepadanya, Taibi justru gagal. Bola hasil tangkapannya tidak lengket dan membuat bola meluncur mulus melewati kedua kakinya dan masuk ke gawang. MU harus puas bermain imbang 3-3 di laga itu.
 
Kepercayaan publik Old Trafford kepada Taibi kian tergerus tatkala ia kebobolan lima gol saat MU bertandang ke markas Chelsea. Kekalahan 0-5 itu membuat Sir Alex naik pitam dan kemudian tidak pernah lagi memberikan kesempatan kepada Taibi untuk menjaga gawang Setan Merah.
 
Karir Taibi di Old Trafford berakhir hanya dalam 22 hari. Ia hanya mencatatkan empat penampilan sebelum akhirnya dilepas ke Reggina pada akhir musim.

9. Paddy McNair

Paddy McNair adalah pemain binaan akademi Manchester United dan disebut-sebut punya masa depan cerah. Setelah menimba ilmu di akademi selama tiga tahun, pemain asal Irlandia Utara ini dipromosikan ke tim utama pada 2014.
 
Sayangnya, ia tidak pernah mencapai potensi yang dimilikinya. Kegagalan Paddy McNair bersinar di Manchester United tidak lepas dari peran pelatih kala itu, Louis Van Gaal.
 
Van Gaal dikenal sebagai pelatih yang dikenal suka dan sukses memainkan pesepak bola di luar posisinya. Pemain Jerman Bastian Schweinsteiger dibantunya sukses jadi salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia meski posisi aslinya adalah pemain sayap.
 
Namun, tidak semua keputusan Van Gaal berujung sukses. Salah satunya adalah keputusannya mengubah posisi McNair yang sejatinya adalah gelandang namun dimainkan di posisi bek tengah.
 
Dengan pengalamannya yang minim sebagai bek, McNair akhirnya tidak bisa menunjukkan potensinya. Selama dua musim di MU, ia hanya bermain 27 kali, dan akhirnya memilih untuk pergi dari Old Trafford dan mengadu nasib bersama Sunderland dan kemudian ke Middlesbrough di mana ia tak pernah menunjukkan bakat besarnya.
 
 

8. Wilfried Zaha

Wilfried Zaha mengangkat pamor kompetisi divisi dua Inggris (Championship) lewat penampilannya yang impresif bersama Crystal Palace. Dengan potensinya dalam hal ketajaman dan kecepatan, Zaha kemudian dilirik banyak klub Liga Primer untuk diajak bermain di kasta tertinggi.
 
Setelah menimbang sejumlah tawaran yang datang, Zaha akhirnya memilih untuk mewujudkan mimpinya bermain di bawah arahan Sir Alex Ferguson dan jadi pemain besar di Manchester United. Ia dipinang pada pertengahan musim 2012 -- 2013, lalu dipinjamkan kembali ke Palace untuk paruh kedua musim 2012 -- 2013.
 
Sayangnya, saat waktunya Zaha bergabung dengan MU pada musim 2013 -- 2014, Sir Alex Ferguson yang membujuknya ke Old Trafford justru memutuskan pensiun.
 
Potensi Zaha yang disebut-sebut bakal jadi The Next Cristiano Ronaldo tidak pernah muncul. Pelatih MU kala itu, David Moyes tidak banyak memberinya kesempatan, bahkan pada pertengahan musim Zaha dipinjamkan ke Cardiff City. Pada musim pertamanya, Zaha hanya memainkan dua laga untuk MU di Liga Primer.
 
Setelah itu, karier Zaha semakin tak pasti di Old Trafford. Peruntungannya tak kunjung berubah kendati kendali pelatih sudah berpindah dari Moyes ke Van Gaal. Setelah tiga kali menjalani pinjaman di klub lain, Zaha akhirnya kembali ke Crystal Palace secara permanen.
 
Jika melihat permainannya, banyak orang menilai Zaha memiliki bakat besar dan berpotensi besar jadi andalan di MU. Sayangnya, akibat kurangnya bimbingan dan kesabaran dari Moyes dan Van Gaal membuat kariernya di MU justru tidak berkembang.

7. Federico Macheda

Semua pendukung Manchester United pasti ingat anak muda usia 16 tahun yang didatangkan dari Lazio pada 2007. Ya, pemuda itu adalah Federico Kiko Macheda.
 
Penggawa U-18 yang dipromosikan ke tim utama MU pada 2008 saat usianya baru 17 tahun ini sempat digadang-gadang bakal bersinar di Old Trafford. Macheda bahkan sempat mencuri perhatian ketika ia mencetak gol kemenangan pada menit-menit terakhir laga melawan Aston Villa. Lewat golnya di masa injury time, MU yang sempat tertinggal 1-2 mengakhiri laga dengan kemenangan 3-2.
 
Sebagai pesepak bola muda, setiap pemain membutuhkan stabilitas dan waktu untuk belajar banyak hal. Tapi hal itu tidak didapatkan Macheda. Ia justru dipinjamkan selama enam kali sebagai pemain United.
10 Pemain yang Kariernya Meredup Setelah Gabung MU (Bagian - 1)
Federico Macheda. (Foto: BBC)
 
Macheda tidak bisa bersaing dengan Wayne Rooney, Carlos Tevez, Danny Welbeck dan Cristiano Ronaldo yang kerap dipercaya sebagai striker utama kala itu. Namun, sepeninggal Tevez dan Ronaldo, kesempatan itu tidak juga didapatkan Macheda. Dari 2008 hingga 2014, Macheda hanya mencetak empat gol dalam 19 penampilan untuk Setan Merah.
 
Macheda akhirnya meninggalkan United ke Cardiff City pada tahun 2014. Dan sekarang penyerang yang dulu menjanjikan itu terlupakan. Ia hanya membela klub-klub medioker dan kini kariernya kian anjlok lantaran hanya membela klub Turki, Ankaragucu.

6. Adnan Januzaj

Adnan Januzaj dikenang sebagai secercah harapan di masa-masa kelam Manchester United. Anak muda itu muncul di bawah arahan David Moyes, menunjukkan penampilan yang menjanjikan di tim Manchester United yang biasa-biasa saja.
 
Januzaj tampil memukau dalam pertandingan penuh pertamanya untuk United, mencetak dua gol saat Setan Merah mengalahkan Sunderland 2-1. Pemain sayap Belgia itu sudah disebut-sebut sebagai Cristiano Ronaldo berikutnya, dengan tanggal lahirnya yang kebetulan sama dengan superstar Portugal itu.
 
Dia memiliki musim debut yang menjanjikan dengan Moyes di kursi panas. Tapi, perjalanan karier Januzaj mulai tersendat saat Louis Van Gaal tiba di Old Trafford.
 
Di bawah arahan bos Belanda, Januzaj kesulitan mendapatkan menit bermain dan konsistensi. Kedatangan Angel Di Maria dianggap sebagai penyebab meredupnya karier Januzaj di Old Trafford. Dengan tekanan besar publik atas talentanya, plus minimnya menit bermain, karier Januzaj akhirnya tidak berkembang di MU.
 
Januzaj dipinjamkan Van Gaal ke Borussia Dortmund pada 2015 -- 2016, dan kemudian dipinjamkan lagi ke Sunderland (bereuni dengan Moyes) pada musim berikutnya. Januzaj akhirnya dilepas secara permanen pada 2017 ke klub Spanyol, Real Sociedad.
 
Januzaj tampil 50 kali dan hanya mencetak lima gol dalam empat tahun tugasnya bersama Manchester United. Sebuah hal yang tentunya disayangkan mengingat bakat besar yang dimiliki pemain asal Belgia tersebut.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan