Bertanding di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu, 1 November 2026, PSS sudah tertinggal dua gol pada babak pertama. Brian Rubio membuka keunggulan Garudayaksa pada menit ke-12, sebelum Jayro Jean menggandakan skor enam menit kemudian.
PSS sempat memperkecil ketertinggalan melalui Gustavo Tocantins pada menit ke-71. Namun, Garudayaksa kembali menjauh setelah upaya Cleberson menghalau pergerakan Brian Rubio justru berujung gol bunuh diri pada menit ke-76. Skor 3-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Hasil tersebut membuat PSS kembali gagal meraih poin. Menurut laporan resmi iLeague yang dipublikasikan pada 2 November 2026, kekalahan dari Garudayaksa menjadi kekalahan ketiga secara beruntun bagi Super Elang Jawa (Elja).
Sebelumnya, PSS takluk 1-2 dari Borneo FC Samarinda di kandang sendiri, kemudian kalah dengan skor yang sama saat bertandang ke markas Persik Kediri.
Pieter Huistra Soroti Rapuhnya Pertahanan PSS
Usai pertandingan, Pieter Huistra tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa tim. Pelatih asal Belanda tersebut menilai PSS terlalu mudah membiarkan lawan mencetak gol, sehingga membuat upaya mereka untuk mendapatkan hasil positif semakin sulit.
"Pertandingan malam ini tentu mengecewakan untuk kami. Kami kebobolan dua gol dengan terlalu mudah. Dan cara kita membiarkan gol-gol tercipta di pertandingan akhir-akhir ini membuat segalanya menjadi sulit bagi tim kita sendiri," kata Huistra, dikutip dari laman resmi iLeague.
Huistra secara khusus menyoroti aspek pertahanan yang dinilainya belum berjalan dengan baik. Ia menegaskan PSS harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
"Secara defensif, kita tidak cukup baik saat ini. Kita harus bekerja keras lagi untuk memperbaiki itu, kita harus terus bekerja keras untuk memperbaikinya," ujarnya.
Selain persoalan pertahanan, Huistra juga menyinggung kartu merah yang diterima Kevin Gomes dalam pertandingan melawan Garudayaksa. Menurutnya, keputusan tersebut turut mengubah jalannya pertandingan.
Meski demikian, Huistra tidak ingin menjadikan kartu merah sebagai alasan atas kekalahan timnya. Ia menegaskan masih banyak aspek yang harus dibenahi, terutama di lini belakang.
"Kartu merah yang didapat mengubah jalannya pertandingan. Hanya saja memang kami tidak boleh menjadikannya sebagai alasan. Yang pasti, ada banyak yang harus diperbaiki, khususnya untuk lini pertahanan," tutur Huistra.
PSS Harus Segera Berbenah
Rentetan kekalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi PSS untuk segera memperbaiki performa. Terlebih, persoalan pertahanan bukan kali pertama disoroti Huistra pada musim ini.
Sebelumnya, setelah PSS kalah 1-3 dari Madura United pada pekan kedua, Huistra juga mengakui timnya terlalu mudah kebobolan. Ia saat itu meminta para pemain memperbaiki kesalahan sekaligus meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir.
Kini, setelah kembali kemasukan tiga gol saat menghadapi Garudayaksa, pembenahan lini belakang menjadi kebutuhan mendesak bagi Super Elang Jawa. PSS harus segera menemukan konsistensi agar tidak terus kehilangan poin dalam persaingan BRI Super League 2026/2027.