PSIM akan menjamu Persita di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9/2026) pukul 15.30 WIB. Pertandingan tersebut bertepatan dengan hari jadi PSIM yang lahir pada 5 September 1929.
Momentum spesial tersebut membuat laga pembuka musim semakin dinantikan. Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengaku antusias setelah timnya melewati masa libur dan pramusim yang cukup panjang.
"Ini adalah awal dari musim baru. Saya sangat bersemangat setelah libur panjang dan masa pramusim cukup panjang," ujar Van Gastel seperti dilansir situs resmi I.League, Jumat (4/9/2026).
Pelatih asal Belanda itu juga menegaskan bahwa pertandingan melawan Persita memiliki arti khusus karena digelar bertepatan dengan ulang tahun PSIM.
"Kami benar-benar ingin segera memulai kompetisi kembali, terlebih besok bertepatan hari ulang tahun PSIM. Ini akan menjadi hari spesial, dan saya sangat menantikannya,” tutur Van Gastel.
PSIM Ingin Awali Musim dengan Kemenangan
PSIM tidak sekadar ingin merayakan ulang tahun klub. Tiga poin menjadi target utama Van Gastel dan anak asuhnya pada laga pembuka Super League.
Persiapan pun dilakukan dengan mematangkan skema permainan sekaligus meningkatkan kondisi fisik pemain. PSIM juga membawa modal positif dari laga uji coba terakhir dengan mengalahkan Deltras FC 2-0 pada 29 Agustus 2026 melalui dua gol Ezequiel Vidal.
Namun, Persita bukan lawan yang mudah. Tim berjuluk Pendekar Cisadane masih ditangani Carlos Pena dan mempertahankan sejumlah pemain penting dari musim lalu, sembari mendatangkan beberapa amunisi baru.
Van Gastel pun telah mempelajari kembali pertandingan kedua tim pada musim sebelumnya. Menurutnya, perubahan komposisi skuad membuat hasil masa lalu tidak bisa dijadikan patokan.
"Setiap musim komposisi tim selalu berbeda, jadi hasil yang kami dapatkan musim lalu sudah tidak penting lagi sekarang," kata Van Gastel.
Waspadai Pertahanan Rapat Persita
Salah satu perhatian PSIM adalah kemampuan lawan dalam bertahan. Van Gastel menilai membongkar pertahanan dengan blok rendah atau low block membutuhkan variasi serangan dan kesabaran.
Persoalan tersebut menjadi bagian dari evaluasi PSIM selama persiapan menuju kompetisi. Van Gastel menyebut efektivitas penyelesaian akhir di sepertiga akhir lapangan masih menjadi aspek yang harus diperbaiki.
PSIM telah menyiapkan pendekatan berdasarkan analisis terhadap permainan Persita musim lalu. Apalagi Carlos Pena masih menjadi pelatih Persita sehingga Van Gastel memiliki gambaran mengenai pola permainan yang kemungkinan kembali digunakan lawannya.
Misi Balas Kekalahan dari Persita
Laga pembuka ini juga menjadi kesempatan bagi PSIM untuk memperbaiki catatan pertemuan dengan Persita. Pada musim lalu, PSIM dua kali kalah dari Pendekar Cisadane. Kekalahan pertama terjadi dengan skor 0-1 di kandang, sebelum PSIM kembali tumbang 0-4 saat bertandang ke markas Persita.
Meski demikian, Van Gastel tidak ingin timnya terjebak pada hasil tersebut. Ia menilai perubahan skuad pada musim baru membuat duel kali ini harus dilihat sebagai pertandingan yang berbeda.
Kini, PSIM memiliki kesempatan membalikkan keadaan sekaligus membuka perjalanan di Super League 2026/2027 dengan hasil positif.
Jika mampu mengamankan tiga poin, kemenangan tersebut bukan hanya menjadi modal penting untuk mengawali musim, tetapi juga kado istimewa bagi PSIM yang tepat pada 5 September 2026 merayakan ulang tahun ke-97.