Jelang pertandingan, pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, menyampaikan pandangannya dalam sesi pre-match press conference yang digelar di Dewa United Arena, Tangerang. Dalam kesempatan tersebut, ia menilai Persib Bandung sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar musim ini.
Ia menegaskan bahwa kualitas dan pengalaman yang dimiliki tim lawan menjadi faktor utama yang patut diwaspadai. Lebih lanjut, ia mengingat kembali pertemuan sebelumnya yang menunjukkan kekuatan Persib sebagai tim dengan konsistensi tinggi.
“Saya pikir, tentu saja Bandung memiliki peluang besar untuk meraih juara. Mereka adalah tim yang tangguh dan memiliki pengalaman, termasuk dari kompetisi AFC Champions League Two. Dalam beberapa pertandingan terakhir di kompetisi tersebut, mereka mengalami sejumlah kekalahan, tetapi secara keseluruhan mereka juga mencatatkan banyak kemenangan,” ujarnya.
“Terakhir kali kami menghadapi mereka, mereka juga menunjukkan performa yang kuat. Jadi, bagi kami, ini adalah tantangan yang sangat baik,” sambungnya.
Di sisi lain, pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut juga menekankan bahwa persiapan tim tidak hanya soal teknis, tetapi juga tentang pemahaman identitas masing-masing klub. Ia menyoroti perkembangan Dewa United sebagai klub yang masih tergolong muda, namun terus menunjukkan progres positif.
“Saya rasa persiapan dimulai dari pemahaman identitas masing-masing tim. Kami adalah klub yang masih muda, baru membangun selama tiga tahun. Saya sangat senang dengan dukungan para suporter. Pada pertandingan terakhir, jumlah mereka terus bertambah, meskipun stadion belum sepenuhnya terisi. Itu juga menjadi bagian dari proses kami sebagai klub yang sedang berkembang,” jelasnya.
Sementara itu, ia juga menggarisbawahi perbedaan karakter antara kedua tim. Maung Bandung, menurutnya, memiliki fondasi sejarah yang kuat serta keunggulan saat bermain di kandang.
Baca juga: Viral! Tendangan Kungfu Nodai Laga Bhayangkara FC vs Dewa United di Liga 1 U20
“Bandung adalah klub dengan sejarah panjang. Mereka didukung stadion yang penuh, dan hal tersebut tercermin dari hasil pertandingan mereka. Mereka telah memainkan 14 laga kandang dan memenangkan semuanya. Sedangkan dalam 13 laga tandang, mereka meraih 6 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 3 kekalahan. Ini menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Bermain di kandang tentu menjadi keuntungan bagi mereka,” paparnya.Lebih jauh, pelatih berusia 62 tahun itu membandingkan pendekatan permainan kedua tim yang dinilai kontras. Persib cenderung mengandalkan kekuatan fisik dan permainan langsung, sementara Dewa United mengedepankan kolektivitas serta pembangunan serangan yang terstruktur.
“Dari segi identitas permainan, Bandung merupakan tim yang bermain sederhana, oportunis, dan mengandalkan kekuatan fisik dengan menempatkan banyak pemain di lini depan. Sementara itu, kami lebih mengutamakan permainan kolektif, membangun serangan melalui lini tengah, bekerja sama, dan menciptakan peluang melalui pola permainan yang terstruktur,” ungkapnya.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, telah terbukti memberikan hasil positif pada musim sebelumnya. Meski sempat mengalami kendala di awal musim ini, Dewa United kini menunjukkan tren performa yang meningkat.
“Musim lalu, pendekatan ini berjalan dengan sangat baik. Kami berhasil finis di posisi kedua klasemen dengan gaya bermain tersebut. Pada enam bulan pertama musim ini, kami sempat mengalami kesulitan. Namun setelah jeda musim dingin, persaingan di dalam tim meningkat dan membuat kami lebih siap untuk tampil maksimal,” tuturnya.
Ia pun menambahkan bahwa performa tim dalam beberapa laga terakhir menjadi indikator kesiapan menghadapi pertandingan besar ini. Dari tujuh laga terkini, Dewa United meraih lima kemenangan, satu kali imbang, dan hanya sekali kalah.
“Dalam tujuh pertandingan terakhir, kami meraih lima kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Itu menunjukkan bahwa tim sedang dalam kondisi yang baik. Kami merasa cukup siap untuk pertandingan ini,” tegasnya.
“Ini akan menjadi laga yang menarik karena mempertemukan dua gaya bermain yang berbeda. Yaitu bagaimana kami mengatasi kekuatan fisik Bandung, dan bagaimana mereka menghadapi permainan posisi serta cara kami membangun serangan,” pungkasnya.
Baca juga: Laga PSIM Kontra Persija Resmi Pindah ke Stadion Kapten I Wayan Dipta
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News