Dilansir dari laman resmi I-League, keputusan pemindahan tempat pertandingan ini diambil setelah adanya koordinasi intensif antara Panitia Pelaksana PSIM, aparat keamanan setempat, serta I-League selaku operator kompetisi. Faktor keamanan dan perizinan menjadi alasan utama dialihkannya laga krusial tersebut ke Pulau Dewata.
Respons Cepat Mauricio Souza
Mengutip pernyataan dari laman resmi Persija, Mauricio Souza mengaku harus memutar otak untuk menyesuaikan program latihan Rizky Ridho dan kawan-kawan. Pasca mengalahkan PSBS dengan skor tipis 1-0 pada hari Sabtu 18 April 2026 di Sleman, Persija sebenarnya memilih tetap bertahan di Yogyakarta untuk efisiensi waktu.
"Kami akan tetap berada di sini (Yogyakarta) dan kemungkinan berangkat ke Bali pada Selasa 21 April 2026," ujar Mauricio Souza.
Pelatih asal Brasil tersebut juga menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah menjaga ritme latihan di tengah kendala logistik yang berubah mendadak.
"Kami telah menjadwalkan latihan pada Minggu dan Senin 20, April 2026. Jika memungkinkan, kami juga akan berlatih pada Selasa 21 April 2026. Semua akan kami sesuaikan dengan kondisi logistik,” tambahnya.
Misi Tempel Persib dan Borneo
Persija Jakarta datang ke Gianyar dengan kepercayaan diri tinggi. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut baru saja menyapu bersih dua laga terakhir dengan kemenangan, termasuk membungkam Persebaya Surabaya 3-0.
Tambahan tiga poin dari markas PSIM menjadi harga mati bagi Persija jika ingin terus bersaing di jalur juara. Saat ini, Persija tengah berupaya memangkas jarak poin dengan Borneo FC yang berada di posisi kedua dan Persib Bandung yang masih kokoh di puncak klasemen sementara.
Kesiapan fisik dan mental akan menjadi kunci utama Persija dalam menghadapi dinamika perpindahan stadion ini guna menjaga asah dalam perburuan trofi di akhir musim ini.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News