Melalui kolaborasi tersebut, Zentara akan mengintegrasikan Planet Training sebagai bagian dari infrastruktur digital Garudayaksa FC. Teknologi tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan tim utama hingga pembinaan pemain muda.
Garudayaksa FC sendiri bersiap menjalani musim pertamanya di Super League 2026/2027 setelah meraih promosi pada musim sebelumnya.
Zentara Bukan Sekadar Sponsor
CEO Garudayaksa FC M. Reza Anugrah menyebut kehadiran Zentara sebagai sponsor utama memberikan angin segar bagi klub yang tengah mempersiapkan diri menghadapi persaingan di level tertinggi.Menurut Reza, perkembangan sepak bola Indonesia tidak hanya membutuhkan pemain berkualitas, tetapi juga ekosistem yang mencakup industri, pembinaan, dan teknologi.
Karena itu, kolaborasi dengan perusahaan teknologi dinilai dapat membantu Garudayaksa membangun sistem klub yang lebih modern sekaligus mendukung perjalanan mereka di Super League.
Reza juga berharap teknologi yang diterapkan di Garudayaksa nantinya dapat berkembang lebih luas dan digunakan oleh klub-klub lain, bahkan berpotensi mendukung kebutuhan Timnas Indonesia.
Planet Training Jadi Infrastruktur Digital
Co-Founder dan CEO Zentara, Regal Rauniyar Star, menjelaskan terdapat kesamaan antara klub sepak bola dan perusahaan teknologi. Keduanya sama-sama membutuhkan sistem yang mampu menopang dan mengembangkan talenta.Menurut Regal, talenta sepak bola tersedia di banyak tempat, tetapi sistem pendukung untuk mengembangkan talenta tersebut belum tentu tersedia secara merata.
Karena itu, Zentara tidak ingin kerja sama dengan Garudayaksa hanya diwujudkan melalui pemasangan logo di jersey.
Zentara membawa Planet Training untuk menjadi bagian dari sistem digital klub. Platform tersebut digunakan untuk mendukung metodologi latihan, pendidikan pelatih, hingga identifikasi talenta.
Planet Training disebut telah digunakan lebih dari 250 ribu pelatih di lima cabang olahraga. Platform tersebut dikembangkan di Indonesia, kemudian diuji dan digunakan di Eropa sebelum kembali dibawa untuk diterapkan di Tanah Air.
Digunakan dari Tim Utama hingga Akademi
COO Garudayaksa FC Derry Hidayat menyambut positif dukungan teknologi dari Zentara. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu kebutuhan tim, termasuk dalam aspek taktikal.Dukungan itu juga tidak hanya diarahkan kepada tim utama. Garudayaksa berencana memanfaatkannya untuk pengembangan pemain muda yang berada dalam sistem pembinaan klub.
Derry menyebut terdapat pemain-pemain BDB yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Para pemain tersebut nantinya memiliki peluang untuk masuk ke dalam sistem akademi dan bersaing di Elite Pro Academy.
Dengan penerapan teknologi sejak level pembinaan, Garudayaksa berharap perkembangan pemain dapat berlangsung lebih terstruktur. Rekam jejak latihan, metodologi, serta perkembangan pemain juga dapat terdokumentasi dalam satu sistem.
Garudayaksa Punya Target Tinggi
Musim 2026/2027 menjadi tantangan besar bagi Garudayaksa setelah mereka mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.Derry mengatakan klub telah dibebani target tinggi bersama jajaran pelatih. Karena itu, persiapan tidak hanya dilakukan melalui perekrutan pemain dan latihan di lapangan, tetapi juga dengan membangun sistem pendukung yang lebih kuat.
Kehadiran teknologi Zentara diharapkan membantu tim bekerja lebih efisien sekaligus mendukung pelatih dalam menyiapkan aspek taktikal pertandingan.
Logo Zentara juga akan terpampang pada seragam tanding utama Garudayaksa FC dan sejumlah platform digital resmi klub.
Membawa Teknologi untuk Sepak Bola Indonesia
Kerja sama Zentara dan Garudayaksa pada akhirnya tidak hanya membawa kepentingan kedua pihak. Reza melihat penerapan teknologi dapat menjadi bagian dari perkembangan industri sepak bola Indonesia secara lebih luas.Jika sistem tersebut berjalan dengan baik di Garudayaksa, teknologi yang sama diharapkan dapat diterapkan di klub-klub lain. Bahkan, Reza membuka peluang agar teknologi Zentara suatu saat dapat mendukung Timnas Indonesia.
Garudayaksa kini bersiap menjalani debutnya di Super League dengan pendekatan baru. Selain menghadapi tantangan kompetisi, klub juga mulai membangun fondasi digital yang menghubungkan kebutuhan tim utama, kepelatihan, dan pembinaan pemain muda.
(Mohammad Althaf Musyaffa)