Persebaya melakoni laga pembuka Super League 2026/2027 di markas Bhayangkara FC di Lampung. Sayangnya, Green Force harus puas berbagi angka dengan The Guardians setelah ditahan imbang 1-1.
Persebaya terpaksa pulang ke kandang lewat jalur tidak biasa ini karena bandara Soekarno Hatta ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Akibatnya, jalur udara yang biasa mereka gunakan ketika laga tandang dibatalkan.
"Pengalaman Baru. Tim Persebaya harus kembali dari Lampung menggunakan jalur darat dan laut. Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan bandara Soekarno Hatta ditutup," tulis Persebaya di akun Instagram resminya.
Berangkat dari Lampung Sejak Pagi
Setelah menyelesaikan agenda di Lampung, rombongan Persebaya bertolak dari hotel pada pagi hari. Tim berangkat sekitar pukul 07.00 WIB menuju Pelabuhan Bakauheni. Dari Pelabuhan Bakauheni, rombongan Persebaya akan menyeberang menggunakan kapal menuju Pelabuhan Merak, Banten. Setibanya di Merak, perjalanan tim belum berakhir. Skuad Persebaya akan melanjutkan perjalanan menuju Surabaya melalui jalur darat."Sesampainya di Merak tim akan langsung bertolak menuju Surabaya kembali menggunakan jalur darat," lanjut pernyataan Persebaya.
Perjalanan Panjang Persebaya Menuju Surabaya
Perjalanan melalui jalur laut dan darat membuat kepulangan Persebaya dari Lampung menjadi pengalaman berbeda bagi tim. Biasanya, perjalanan tandang menuju dan dari Lampung dapat ditempuh menggunakan penerbangan.Namun, kondisi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat tim harus mencari alternatif perjalanan agar bisa segera kembali ke Surabaya. Persebaya pun harus menempuh rute Lampung–Bakauheni, menyeberang ke Merak, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Surabaya.
Perjalanan tersebut menjadi salah satu pengalaman tandang tidak biasa yang harus dijalani Bajul Ijo akibat gangguan transportasi udara.