Melahirkan Generasi Baru Timnas Indonesia
Bagi Rully, penyelenggaraan Piala Soeratin Papua 2026 bukan sekadar kompetisi usia dini. Turnamen tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk kembali membangun ekosistem pembinaan sepak bola di Tanah Papua yang dalam beberapa tahun terakhir membutuhkan lebih banyak kompetisi berjenjang.“Sangat bagus karena sudah cukup lama kita tidak melihat kompetisi seperti ini berjalan secara rutin dan berjenjang. Dengan adanya Piala Soeratin U-13, U-15 dan U-17, anak-anak Papua kembali punya tempat untuk bermain, berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka,” kata Rully Nere saat dihubungi, Senin (31/8)
Mantan pemain Persipura dan Timnas Indonesia itu mengaku prihatin melihat semakin minimnya pemain asli Papua yang menembus level Timnas Indonesia. Karena itu, ia menilai kompetisi usia muda harus menjadi salah satu fondasi untuk mengembalikan tradisi Papua sebagai salah satu daerah penghasil pesepak bola berbakat Indonesia.
“Saya sebagai pemain asli Papua, pernah bermain di Persipura dan Timnas, tentu sedih melihat kenyataan bahwa pemain-pemain Papua tidak sebanyak dulu di Timnas. Karena itu, dengan kembali digelarnya Piala Soeratin seperti ini, saya sangat menghargainya,” ujarnya.
Dorong Sinergi Pemangku Kepentingan
Menurut Rully, Papua memiliki sejarah panjang dalam Piala Soeratin. Persiss Sorong tercatat sebagai juara nasional Piala Soeratin 1987, setelah mengalahkan Persipas Pangkalpinang 1-0. Kini, 39 tahun setelah keberhasilan Persiss Sorong tersebut, Rully berharap kompetisi yang kembali dibangun di Papua dapat menjadi awal lahirnya generasi baru yang mampu mengulang bahkan melampaui pencapaian tersebut.Baca juga: Persebaya Surabaya Menuju Arah Baru di Musim Baru
Piala Soeratin Papua 2026 resmi dibuka di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Kamis (27/8), dan dijadwalkan berlangsung hingga 8 September 2026. Tahun ini terdapat 15 tim dari berbagai SSB dan akademi yang ambil bagian. U-13 diikuti enam tim, U-15 tujuh tim, sedangkan U-17 dua tim.Rully juga memberikan apresiasi kepada anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, yang saat ini menjabat Plt Ketua Asprov PSSI Papua, karena memperluas penyelenggaraan dari sebelumnya hanya U-13 menjadi tiga kelompok usia.
“Apresiasi kepada Pak Arya. Meski statusnya Plt Ketua Asprov, dia memikirkan bagaimana membangkitkan sepak bola Papua. Ini bukan hanya soal menggelar turnamen, tetapi bagaimana anak-anak punya masa depan melalui sepak bola,” kata pria yang menjadi Advisor di Papua Football Academy.
Menurutnya, langkah tersebut harus didukung Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri dan seluruh pemangku kepentingan agar kompetisi tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan.
Ia juga mengapresiasi rencana PSSI Papua meningkatkan kualitas pelatih, wasit dan match commissioner melalui sertifikasi dalam tiga bulan ke depan. Selain itu, kemudahan afiliasi SSB dengan skema pembayaran bertahap selama satu tahun dinilai dapat membantu memperluas ekosistem pembinaan.
“Kompetisi ini bagus untuk ekosistem sepak bola Papua. Pelatih berkembang, wasit berkembang, SSB juga berkembang. Kalau semua berjalan bersama, saya yakin akan muncul lagi pemain-pemain Papua yang bisa bermain di level nasional bahkan Timnas,” pungkas Rully.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda