Persebaya Surabaya (dok. Persebaya)
Persebaya Surabaya (dok. Persebaya)

Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya Menuju Arah Baru di Musim Baru

Gregorius Gelino • 30 Agustus 2026 11:31
Ringkasnya gini..
  • Persebaya resmi memperkenalkan skuad Super League 2026/2027 di Balai Kota Surabaya sekaligus mengusung gerakan sinergi bersama Pemkot, sponsor, dan Bonek untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat.
  • Azrul Ananda mengungkap total kerugian klub mencapai Rp20 miliar dalam 9 tahun terakhir. Sanksi seperti denda flare (minimal Rp50 juta) sangat merugikan karena nilainya setara dengan 4 bulan biaya operasional Bonek Panti.
  • Mengingat tiket pertandingan hanya menyumbang 15% dari total operasional tim, Persebaya mengajak Bonek mengalihkan energi di tribun menjadi aksi menjaga klub demi keberlangsungannya secara finansial dan sosial.
Surabaya: Menatap kompetisi Super League 2026/2027, Persebaya Surabaya membawa peta jalan baru yang jauh lebih ambisius. Tidak hanya fokus menggembleng fisik dan taktik skuad di lapangan, klub berjuluk Bajol Ijo ini resmi meluncurkan gerakan "Synergy Persebaya" di Balai Kota Surabaya, Sabtu, 29 Agustus.
 
Melalui agenda ini, Persebaya menegaskan bahwa kemajuan klub profesional butuh gotong royong dari seluruh elemen: pemain, jajaran pelatih, jajaran manajemen, Pemerintah Kota Surabaya, sponsor, hingga sang pemain ke-12, Bonek.

Ubah Kerugian Jadi Kebaikan

CEO Persebaya, Azrul Ananda, secara terbuka memaparkan dinamika hubungan klub dan suporter selama sembilan tahun terakhir. Tak bisa dipungkiri, dinamika tersebut menyisakan dampak finansial yang tidak sedikit bagi operasional tim.
 
Sembilan tahun terakhir, akumulasi kerugian Persebaya akibat denda, laga tanpa penonton, sanksi usiran, hingga kerusakan fasilitas diperkirakan menyentuh angka Rp20 miliar.

Azrul menyoroti salah satu bentuk pelanggaran yang kerap terjadi di stadion, seperti penyalaan flare. Sanksi denda paling ringan untuk pelanggaran flare mencapai Rp50 juta. Bagi klub profesional, angka ini mungkin terlihat kecil, tetapi dampaknya sangat terasa jika dikomparasikan dengan aksi sosial di masyarakat.

Baca juga: Menuju 100th Glory, Persebaya Fokus Investasi Pemain Muda dan Sports Science

"Bonek adalah bagian tak terpisahkan dari Persebaya. Yang ingin kita bangun bukan sekadar relasi suporter dan klub, tetapi bagaimana kita bersama-sama memperbanyak kebaikan dan mengikis hal-hal yang merugikan Persebaya maupun Kota Surabaya," ujar Azrul.
 
Struktur Pendapatan Klub & Pentingnya Menjaga Ekosistem
Dalam industri sepak bola modern, pilar finansial klub tidak bisa bergantung penuh pada penjualan tiket stadion. Secara statistik, pendapatan tiket (matchday revenue) rata-rata hanya mampu menutupi 15% dari total biaya operasional Persebaya selama satu musim.
 
Sisa operasional klub bertumpu pada sponsor, hak siar, dan merchandising resmi (Persebaya Store). Ketika stadion terkena sanksi laga tanpa penonton atau Persebaya Store mengalami kerusakan, ekosistem bisnis klub langsung terguncang.

Dari Tribun untuk Surabaya

Persebaya tidak berniat memadamkan militansi Bonek di tribun penonton. Gemuruh chant dan koreografi megah tetap menjadi roh permainan Green Force. Namun, manajemen mengajak seluruh pendukung untuk memperluas cara mencintai klub secara bijak.
 
Menjaga kondusivitas di dalam dan luar stadion adalah bentuk dukungan riil yang menjaga napas finansial klub. Ketika Persebaya berprestasi tanpa dibayangi sanksi, dampaknya akan langsung dirasakan oleh Kota Surabaya melalui kebaikan yang terus meluas.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan