Melalui agenda ini, Persebaya menegaskan bahwa kemajuan klub profesional butuh gotong royong dari seluruh elemen: pemain, jajaran pelatih, jajaran manajemen, Pemerintah Kota Surabaya, sponsor, hingga sang pemain ke-12, Bonek.
Ubah Kerugian Jadi Kebaikan
CEO Persebaya, Azrul Ananda, secara terbuka memaparkan dinamika hubungan klub dan suporter selama sembilan tahun terakhir. Tak bisa dipungkiri, dinamika tersebut menyisakan dampak finansial yang tidak sedikit bagi operasional tim.Sembilan tahun terakhir, akumulasi kerugian Persebaya akibat denda, laga tanpa penonton, sanksi usiran, hingga kerusakan fasilitas diperkirakan menyentuh angka Rp20 miliar.
Azrul menyoroti salah satu bentuk pelanggaran yang kerap terjadi di stadion, seperti penyalaan flare. Sanksi denda paling ringan untuk pelanggaran flare mencapai Rp50 juta. Bagi klub profesional, angka ini mungkin terlihat kecil, tetapi dampaknya sangat terasa jika dikomparasikan dengan aksi sosial di masyarakat.
Baca juga: Menuju 100th Glory, Persebaya Fokus Investasi Pemain Muda dan Sports Science
"Bonek adalah bagian tak terpisahkan dari Persebaya. Yang ingin kita bangun bukan sekadar relasi suporter dan klub, tetapi bagaimana kita bersama-sama memperbanyak kebaikan dan mengikis hal-hal yang merugikan Persebaya maupun Kota Surabaya," ujar Azrul.Struktur Pendapatan Klub & Pentingnya Menjaga Ekosistem
Dalam industri sepak bola modern, pilar finansial klub tidak bisa bergantung penuh pada penjualan tiket stadion. Secara statistik, pendapatan tiket (matchday revenue) rata-rata hanya mampu menutupi 15% dari total biaya operasional Persebaya selama satu musim.
Sisa operasional klub bertumpu pada sponsor, hak siar, dan merchandising resmi (Persebaya Store). Ketika stadion terkena sanksi laga tanpa penonton atau Persebaya Store mengalami kerusakan, ekosistem bisnis klub langsung terguncang.
Dari Tribun untuk Surabaya
Persebaya tidak berniat memadamkan militansi Bonek di tribun penonton. Gemuruh chant dan koreografi megah tetap menjadi roh permainan Green Force. Namun, manajemen mengajak seluruh pendukung untuk memperluas cara mencintai klub secara bijak.Menjaga kondusivitas di dalam dan luar stadion adalah bentuk dukungan riil yang menjaga napas finansial klub. Ketika Persebaya berprestasi tanpa dibayangi sanksi, dampaknya akan langsung dirasakan oleh Kota Surabaya melalui kebaikan yang terus meluas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda