Rotasi Demi Jaga Kondisi
Jelang laga ini pelatih Arema FC Marcos Santos mendapat banyak pertanyaan terkait perubahan komposisi pemain yang dilakukan dalam beberapa pertandingan terakhir. Apalagi setelah terlihat perbedaan besar antara babak pertama dan kedua saat menghadapi Persik Kediri di pekan sebelumnya.Namun dia menegaskan semua keputusan diambil berdasarkan kondisi fisik pemain, bukan sekadar eksperimen taktik. Dia menolak anggapan bahwa rotasi yang dilakukan menjadi penyebab utama inkonsistensi tim musim ini.
Baca juga: Persipura Gagal ke Super League, Kerusuhan di Stadion Enembe Pecah
“Saya tidak melakukan perubahan hanya karena keinginan saya. Kami punya parameter fisik, kami tidak bisa ambil risiko,” pelatih berusia 46 tahun itu.Apalagi tujuh gol bersarang ke gawang Arema hanya dalam dua pertandingan terakhir. Situasi itu membuat kepercayaan diri pemain turun drastis. Namun dia melihat dukungan Aremania justru menjadi energi penting untuk membangkitkan mental tim.
Dia percaya para pemain masih memiliki semangat besar untuk memperbaiki keadaan dan membawa Arema menutup musim dengan hasil positif. Sementara itu optimisme juga datang dari pemain asing Arema FC, Gabriel Silva.
Pemulihan Berjalan Baik
Menurutnya, persiapan tim pekan ini berjalan jauh lebih baik dibanding sebelumnya karena skuat memiliki waktu recovery yang lebih panjang. Namun pemain asal Brasil itu memastikan tim telah melakukan evaluasi bersama dan berusaha memperbaiki berbagai kekurangan yang muncul.“Di beberapa laga terakhir, sulit menjelaskan apa yang terjadi pada tim kompetitif seperti kami sehingga tidak bisa bersaing di level tertinggi. Tapi kami punya waktu untuk memperbaiki diri dan berdiskusi. Saya yakin kami bisa meraih tiga poin,” kata pemain yang akrab disapa Gabi itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News