Kericuhan pecah sesaat setelah pertandingan berakhir dan Persipura dipastikan gagal promosi ke Super League. Berdasarkan video yang beredar dari lokasi kejadian, ratusan suporter turun ke lapangan sambil menyalakan flare. Asap tebal memenuhi area stadion dan membuat suasana semakin tidak kondusif.
Teriakan penonton wanita terdengar dalam rekaman video. Mereka meminta bantuan dan mengaku ketakutan di tengah kerumunan massa yang semakin sulit dikendalikan.
Pemain Adhyaksa FC terlihat berlari menuju ruang ganti untuk menghindari amukan massa. Sejumlah pemain tampak menutupi kepala mereka akibat lemparan botol dari arah tribun.
Aparat kepolisian yang berjaga di Stadion Lukas Enembe disebut kesulitan membubarkan massa karena jumlah suporter yang turun ke lapangan dinilai jauh lebih banyak dibanding personel keamanan yang bertugas.
Dalam video yang beredar di media sosial, terdengar teriakan suporter yang meluapkan kemarahan dengan merusak sejumlah fasilitas stadion. Beberapa bagian area tribun dilaporkan mengalami kerusakan akibat aksi vandalisme tersebut.
Situasi ricuh juga terjadi di luar Stadion Lukas Enembe. Berdasarkan unggahan akun media sosial info.jayapura, sejumlah kendaraan dilaporkan dibakar di sepanjang jalan menuju stadion.
Selain kendaraan, beberapa bangunan di sekitar lokasi juga disebut mengalami kerusakan akibat aksi massa. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun nilai kerugian akibat kerusuhan tersebut.
Insiden ini menjadi perhatian publik karena Persipura merupakan salah satu klub besar Indonesia dengan sejarah panjang di kompetisi sepak bola nasional.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News