Pemain Garudayakas Women, Ellen Tria Ferlika (dok. Kemenpora)
Pemain Garudayakas Women, Ellen Tria Ferlika (dok. Kemenpora)

Indonesia Women's League

IWL 2026 Jadi Panggung Pesepak Bola Putri Menuju Tim Nasional

Gregorius Gelino • 18 Oktober 2026 18:01
Ringkasnya gini..
  • Ellen Tria Ferlika menyambut positif bergulirnya Indonesia Women’s League 2026 sebagai ajang pembuktian kemampuan pesepak bola putri Indonesia.
  • Meski takluk dari Persita Women pada laga perdana, Ellen menegaskan timnya siap mengevaluasi kekurangan dan tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
  • IWL 2026 menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan kualitas, meningkatkan kemampuan, dan bersaing memperebutkan tempat di skuad Garuda Pertiwi.
Jakarta: Bergulirnya Indonesia Women’s League (IWL) 2026 menjadi angin segar bagi sepak bola putri Indonesia. Setelah lama menantikan kompetisi resmi, para pesepak bola putri Tanah Air kini kembali memiliki panggung untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membuktikan kualitas mereka di level kompetitif.

Antusiasme tersebut turut dirasakan pemain Garudayaksa Women, Ellen Tria Ferlika, setelah timnya menjalani pertandingan perdana melawan Persita Women di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Bagi Ellen, kehadiran IWL 2026 bukan sekadar kesempatan untuk bersaing memperebutkan poin dan posisi di klasemen. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi momentum penting bagi para pemain untuk mengembangkan kemampuan, mengukur kualitas permainan, dan mengejar impian menembus tim nasional sepak bola putri Indonesia.

“Cukup antusias ya, semua pemain pastinya menunggu-nunggu hadirnya liga ini,” ujar Ellen selepas pertandingan.

Ellen Siap Bangkit di IWL 2026

Meski menyambut kompetisi dengan penuh semangat, Ellen harus menerima kenyataan bahwa laga perdana Garudayaksa Women belum berakhir sesuai harapan. Timnya menelan kekalahan tipis 0-1 dari Persita Women dalam pertandingan pembuka IWL 2026.

Hasil tersebut memang belum menjadi awal yang ideal bagi Garudayaksa Women. Namun, Ellen menegaskan bahwa kekalahan itu tidak akan memadamkan motivasi tim untuk tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya. Menurutnya, laga pertama menjadi bahan evaluasi penting agar tim dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan performa sepanjang kompetisi berlangsung.

"Pertandingan pertama ini kami sebenarnya ingin memberikan yang terbaik, tetapi hasilnya memang belum sesuai harapan. Tentu ke depannya kami bertekad untuk bisa tampil lebih bagus lagi,” tegasnya optimistis.

Semangat untuk bangkit tersebut menjadi modal penting bagi Garudayaksa Women dalam menghadapi persaingan IWL 2026 yang diprediksi berlangsung ketat. Konsistensi permainan dan kemampuan memaksimalkan setiap peluang akan menjadi faktor penting untuk meraih hasil positif pada laga-laga selanjutnya.

Ajang Pembuktian Menuju Timnas Putri Indonesia

Ketatnya persaingan sudah terasa sejak pertandingan pembuka. Intensitas permainan yang tinggi memperlihatkan besarnya ambisi setiap pemain untuk memberikan kontribusi maksimal bagi tim masing-masing.

Bagi para pesepak bola putri, IWL 2026 juga memiliki arti lebih besar daripada sekadar kompetisi antarklub. Liga ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, dan menunjukkan potensi di hadapan publik sepak bola nasional.

Ellen menilai setiap pertandingan menjadi kesempatan bagi para pemain untuk membuktikan kualitas diri. Performa yang konsisten selama kompetisi diharapkan dapat membuka peluang untuk bersaing memperebutkan tempat di skuad tim nasional putri Indonesia, Garuda Pertiwi.

“Pertandingan berjalan cukup panas. Semua pemain ingin memberikan yang terbaik dan berjuang membuktikan kualitas diri agar bisa bersaing masuk ke tim nasional,” pungkas Ellen.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan