Menghadapi Antonsen yang berstatus unggulan kelima, Alwi mengakui lawannya tampil lebih matang dalam mengendalikan permainan. Kondisi shuttlecock yang melaju cukup kencang menjadi salah satu tantangan, tetapi Antonsen mampu memanfaatkannya dengan baik untuk menjaga konsistensi sepanjang pertandingan.
"Tentu nggak mudah pertandingan hari ini, bolanya cukup kencang dan Antonsen bisa mengontrol itu dengan cukup baik. Dia tetap bisa mengontrol agar bolanya nggak gampang mati sendiri. Itu world class top elite level dan saya harus akui," kata Alwi.
Alwi Soroti Kecerdikan Antonsen
Salah satu hal yang menjadi perhatian Alwi dalam pertandingan perempat final Denmark Open 2026 adalah kemampuan Antonsen mengubah pola permainan. Menurutnya, pemain dengan level elite dunia tidak hanya mengandalkan strategi yang sudah disiapkan sebelum pertandingan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan situasi di lapangan.Alwi menilai fleksibilitas tersebut menjadi aspek penting yang perlu ia tingkatkan untuk menghadapi pemain-pemain papan atas dunia pada turnamen berikutnya. Ia juga berusaha memahami perbedaan kualitas permainan yang membuat Antonsen mampu mempertahankan kendali ketika strategi awal tidak berjalan sesuai rencana.
"Memang kadang dengan apa yang kita planning semuanya nggak berjalan dengan yang kita mau tapi mereka (world class top elite) bisa mengubah dan lebih fleksibel untuk menyesuaikan pola dan kebutuhan yang ada di lapangan. Ini yang harus juga saya punya ke depan," urainya.
Pukulan Tipuan Antonsen Repotkan Alwi
Selain kemampuan mengontrol permainan, variasi pukulan Antonsen juga menjadi tantangan tersendiri bagi Alwi, terutama pada game pertama. Alwi mengungkapkan, beberapa kali ia terkecoh oleh pukulan Antonsen yang seolah-olah ditahan atau di-hold. Gerakan tersebut membuatnya kesulitan membaca arah pukulan dan terlambat mengantisipasi bola. Kemampuan menyamarkan pukulan dan mengubah tempo permainan memang menjadi salah satu aspek penting dalam bulu tangkis level tinggi."Tadi di game pertama beberapa kali pukulan Antonsen mengecoh saya karena pukulannya seperti di-hold jadi agak kagok dan kaki saya banyak terpaku," ulasnya.
Ketika lawan mampu menyembunyikan arah pukulan dengan baik, pemain dituntut memiliki kecepatan membaca permainan sekaligus kesiapan gerak yang lebih baik. Pengalaman menghadapi Antonsen pun menjadi bahan evaluasi bagi Alwi untuk meningkatkan antisipasi, kelincahan kaki, serta kemampuan beradaptasi selama pertandingan.
Alwi Siap Berbenah
Meski gagal melangkah ke semifinal Denmark Open 2026, Alwi tetap berusaha mengambil sisi positif dari perjalanan turnamennya. Ia menyadari bahwa persaingan sejak babak pertama sudah menghadirkan tantangan yang tidak mudah.Namun, hasil di Denmark Open belum membuatnya puas. Alwi menegaskan masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan sejumlah turnamen mendatang yang harus dihadapi.
"Banyak pelajaran di sini, tentu nggak mudah dari babak pertama lawannya tapi ya tetap step by step, belum puas juga. Masih banyak turnamen ke depannya yang harus saya jalani," pungkasnya.