Gol tunggal Diana Anisa pada menit ke-89 menjadi penentu kemenangan Persita Women dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan berintensitas tinggi tersebut. Gol dramatis di penghujung laga itu sekaligus memastikan Persita Women mengamankan tiga poin perdana di kompetisi sepak bola putri nasional.
Pertandingan pembuka IWL 2026 ini turut disaksikan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang hadir di Stadion Madya untuk melihat jalannya pertandingan.
Diana Anisa Cetak Gol Penentu pada Menit ke-89
Persita Women harus bekerja keras untuk membongkar pertahanan Garudayaksa Women. Kedua tim tampil kompetitif dengan intensitas permainan tinggi sepanjang pertandingan.Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-89. Diana Anisa berhasil melepaskan tembakan terukur yang tidak mampu dihalau penjaga gawang Garudayaksa Women.
Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga pembuka IWL 2026 sekaligus mengantarkan Persita Women meraih kemenangan penting, terlebih karena tim tampil tanpa diperkuat pemain asing.
Pelatih Persita Women, Febri Bobihoe, mengaku bersyukur atas hasil positif yang diraih anak asuhnya. Menurut dia, kemenangan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh pemain.
“Alhamdulillah pagi ini dapat tiga poin. Ini kerja keras para pemain. Kita tanpa pemain asing, anak-anak mampu menang dengan kerja keras dan dapat hasil maksimal,” kata Febri seusai pertandingan.
Persiapan Fisik dan Kekompakan Jadi Kunci Persita Women
Febri menjelaskan, persiapan Persita Women menjelang pertandingan perdana IWL 2026 difokuskan pada pemulihan kondisi fisik, membangun kekompakan tim, serta meningkatkan kepercayaan diri pemain.Dia menilai mentalitas dan kerja keras menjadi faktor penting bagi tim untuk menghadapi persaingan di kompetisi musim ini.
“Sejak awal saya menyiapkan tim sebaik mungkin. Jadi langkah awal kita mempersiapkan fisik, kekompakan, dan saya tanamkan ke pemain adalah percaya diri. Kalau mau kerja keras pasti dapat hasil terbaik dan harus berjuang keras,” ujarnya.
Keberhasilan mengamankan tiga poin pada pertandingan pertama diharapkan menjadi modal positif bagi Persita Women untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Pemain Persita Women, Ayunda, juga mengakui kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Menurut dia, Garudayaksa Women memiliki kualitas pemain yang mampu memberikan perlawanan sengit.
“Alhamdulillah menang dan tiga poin. Tak mudah tentunya dan kita selalu saling menyemangati. Intensitas pertandingan tinggi, Garudayaksa Women pemainnya bagus-bagus, tapi kita bisa tunjukkan permainan terbaik,” tutur Ayunda.
Garudayaksa Women Akui Ketegangan Laga Perdana
Di kubu lawan, pelatih Garudayaksa Women, Yopie Riwoe, menilai ketegangan dalam pertandingan perdana menjadi salah satu faktor yang membuat strategi timnya tidak berjalan optimal.Yopie mengakui sejumlah skema permainan yang telah disiapkan sebelum pertandingan belum dapat diterapkan dengan maksimal di lapangan. Meski demikian, dia tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya.
“Pertandingan tegang bagi anak-anak karena ini pertandingan awal. Harapan pertandingan berikutnya kami bisa comeback lebih baik,” kata Yopie.
Dia menambahkan, beberapa taktik dan strategi yang dirancang tim pelatih belum berjalan sesuai harapan akibat tekanan dalam pertandingan pertama.
“Ada beberapa taktik dan strategi yang tidak jalan karena ini adalah pertandingan pertama dan tegang. Strategi yang kita mau itu kurang berjalan begitu baik, tetapi anak-anak sudah tampil maksimal,” ungkapnya.
Evaluasi dari pertandingan pembuka ini diharapkan menjadi bekal bagi Garudayaksa Women untuk memperbaiki performa dan tampil lebih baik pada pertandingan selanjutnya.
Ellen Apresiasi Perjuangan Garudayaksa Women
Sementara itu, pemain Garudayaksa Women, Ellen Tria Ferlika, menyebut pertandingan berlangsung sengit dengan persaingan ketat di antara kedua tim.Dia menegaskan bahwa seluruh pemain telah berusaha memberikan penampilan terbaik, meskipun hasil akhir belum berpihak kepada Garudayaksa Women.
“Pertandingan cukup panas. Tentu semua pemain ingin memberikan yang terbaik dan berjuang membuktikan untuk bisa bersaing di timnas,” pungkasnya.