Pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni, tampak memperhatikan setelah kalah dalam pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 19 Juli 2026. (Foto oleh PATRICIA DE MELO MOREIRA /
Pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni, tampak memperhatikan setelah kalah dalam pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 19 Juli 2026. (Foto oleh PATRICIA DE MELO MOREIRA /

Timnas Argentina

Sepekan Usai Piala Dunia 2026, Scaloni Sampaikan Pesan Emosional Bagi Publik Argentina

Alfa Mandalika • 27 Juli 2026 17:51
Ringkasnya gini..
  • Lionel Scaloni menyampaikan pesan emosional kepada publik Argentina sepekan setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
  • Pelatih Tim Tango itu meminta maaf karena gagal mempertahankan gelar juara dunia usai kalah dari Spanyol di partai final. Meski kecewa dengan hasil tersebut, Scaloni tetap bangga atas perjuangan para pemain yang dinilainya telah memberikan segalanya sepanjang turnamen.
  • Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemain, staf pelatih, AFA dan seluruh masyarakat Argentina atas dukungan yang diberikan.
Jakarta: Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menyampaikan pesan emosional kepada publik Argentina sepekan setelah berakhirnya Piala Dunia FIFA 2026. Melalui akun media sosial pribadinya, Scaloni menyampaikan permohonan maaf karena gagal membawa La Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia usai dikalahkan Spanyol pada partai final.
 
Argentina harus mengubur impian mempertahankan trofi Piala Dunia setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada laga final yang berlangsung di Stadion New York, Senin (20/7/2026). Kekalahan tersebut mengakhiri langkah Argentina untuk mencatatkan gelar juara dunia secara beruntun setelah sebelumnya menjadi kampiun pada edisi 2022.
 

Scaloni Minta Maaf kepada Publik Argentina

 
Sepekan setelah kekalahan tersebut, Scaloni akhirnya menyampaikan isi hatinya melalui media sosial pribadinya. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sebelum menulis pesan kepada masyarakat Argentina.
 
"Setelah seminggu yang penuh gejolak, di mana kesedihan bercampur dengan kegembiraan, tangis bercampur dengan senyuman, kegelisahan bercampur dengan ketenangan, dan kegugupan bercampur dengan ketenangan, akhirnya saya bisa duduk untuk menulis beberapa kata. Meskipun kalian tahu bahwa saya tidak terlalu suka media sosial, mungkin ini adalah cara terbaik untuk menyampaikan pesan ini kepada kalian," ujarnya.
   
 
Scaloni kemudian menyampaikan permintaan maaf karena gagal mempersembahkan kebahagiaan baru bagi seluruh rakyat Argentina.
 
"Saya hanya bisa mengatakan maaf karena tidak bisa menghadirkan gelas minuman lagi untuk kalian dan memberikan kebahagiaan baru, yang meskipun hanya untuk beberapa hari, mungkin bisa membuat kalian melupakan segala hal buruk dalam hidup," ungkapnya.
 

Bangga dengan Perjuangan Skuad Argentina

 
Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia, Scaloni mengaku tetap bangga terhadap perjuangan para pemain sepanjang turnamen. Menurutnya, skuad Argentina telah menunjukkan semangat pantang menyerah hingga pertandingan terakhir.
 
"Namun, saya ingin kalian mengingat apa yang telah kami coba tunjukkan kepada kelompok pemain ini, para perjuangku, begitulah saya menyebut mereka ketika bercerita tentang mereka kepada istri saya," katanya.
 
Pelatih berusia 48 tahun itu menilai nilai perjuangan yang diperlihatkan para pemain jauh lebih berharga daripada sekadar trofi.
 
"Usaha, semangat, tekad, keyakinan bahwa 'aku bisa', tidak menyerah (meski segalanya menjadi sulit), memberikan yang terbaik (meski sudah tidak ada lagi yang tersisa), menahan hujanan air dingin (dari orang-orang yang tidak mengenal kita), tetap tenang, dan ingin tetap berdiri tegak saat kaki sudah tidak mau menuruti perintah otak…. Itulah trofi yang sesungguhnya," tambahnya.
 

Ucapkan Terima Kasih kepada Seluruh Pendukung

 
Di akhir pesannya, Scaloni juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan Timnas Argentina selama Piala Dunia 2026. Ucapan tersebut ditujukan kepada staf pelatih, para pemain, jajaran Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), staf pendukung, hingga masyarakat Argentina.
 
"Saya akan selamanya berterima kasih kepada staf pelatih, para pemain, staf AFA, mereka yang diam-diam bekerja agar kami merasa nyaman, serta kepada kalian semua atas kasih sayang yang telah diberikan," pungkasnya
 
(Muhammad Zaidan Rizky)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan