Swiss memastikan tiket ke delapan besar usai menang adu penalti atas Kolombia di Stadion BC Place, Vancouver. Kobel menjadi penentu kemenangan setelah menggagalkan eksekusi penalti Cucho Hernandez, sebelum Ruben Vargas menuntaskan kemenangan Swiss.
Keberhasilan tersebut membawa Swiss mencatat sejarah dengan lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1954.
Kobel mengaku bangga atas pencapaian negaranya yang mampu bersaing di level tertinggi sepak bola dunia meski berasal dari negara dengan populasi relatif kecil.
"Luar biasa melihat apa yang bisa dicapai negara kecil di olahraga sebesar ini. Ini pencapaian luar biasa bagi kami sebagai tim. Kami sangat bangga, tetapi perjalanan belum selesai. Kami masih punya pertandingan berikutnya," ujar Kobel.
Mengandalkan Insting Saat Adu Penalti
Kobel mengungkapkan dirinya tidak terlalu bergantung pada analisis mendalam ketika menghadapi adu penalti. Menurut kiper Borussia Dortmund tersebut, insting tetap menjadi faktor utama.Ia mengaku tetap memperhatikan bahasa tubuh, arah pandangan, hingga gerakan lawan sebelum menentukan arah lompatan.
"Saya melihat posisi tubuh penendang, gerakannya, matanya. Semua menjadi pertimbangan. Tapi pada akhirnya saya mengikuti insting dan melompat ke arah yang saya rasakan," kata Kobel.
Dipuji Rekan Setim
Kapten Swiss Granit Xhaka mengaku seluruh pemain sudah yakin Kobel bakal menjadi pembeda apabila pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti."Kami tahu Gregor sering menyulitkan kami saat latihan penalti. Kalau pertandingan sampai adu penalti, kami yakin dia bisa membuat penyelamatan penting," ujar Xhaka.
Sementara itu, Ruben Vargas juga memberikan apresiasi kepada sang penjaga gawang.
"Kami semua tahu kualitas Gregor. Hari ini dia menunjukkannya di panggung terbesar. Rasanya luar biasa memiliki kiper seperti dia," ujar Vargas.
Hormati Messi, Tapi Siap Memberi Kejutan
Tantangan berikutnya jauh lebih berat. Swiss akan menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi pada babak perempat final.Meski mengakui Argentina merupakan favorit juara, Kobel menegaskan Swiss tetap memiliki peluang menciptakan kejutan.
Ia juga tidak ragu menempatkan Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
"Dengan semua pencapaiannya, tidak ada yang salah jika menyebut Messi sebagai yang terbaik sepanjang masa. Sekarang tugas saya adalah menghentikannya. Argentina memang favorit besar, tetapi ini sepak bola. Kami juga punya kualitas dan kepercayaan diri. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi," tutup Kobel.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda