Mesir sebenarnya berada dalam posisi unggul dan hampir menciptakan kejutan besar. Namun, Argentina melakukan comeback luar biasa di menit-menit akhir melalui gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernández yang memastikan kemenangan 3-2 sekaligus membawa juara bertahan melaju ke babak perempat final.
Kekalahan dramatis tersebut membuat kubu Mesir mempertanyakan beberapa keputusan pertandingan, terutama terkait insiden VAR dan keputusan wasit François Letexier.
Argentina Bangkit dari Ketertinggalan 0-2 di Menit Akhir
Pertandingan berjalan mengejutkan bagi Argentina. Mesir mampu memberikan tekanan besar dan unggul lebih dulu melalui gol Yasser Ibrahim pada menit ke-15.
Keunggulan Mesir semakin besar setelah Mostafa Ziko mencetak gol kedua pada babak kedua. Argentina yang tertinggal 0-2 dengan waktu pertandingan tersisa sekitar 12 menit berada dalam situasi sulit.
Namun, mental juara Argentina kembali terlihat. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan sebelum Lionel Messi mencetak gol penyama kedudukan. Drama semakin lengkap ketika Enzo Fernández mencetak gol kemenangan pada menit ke-93 melalui sundulan yang memastikan Argentina menang 3-2.
Gol tersebut memicu keributan di area pinggir lapangan. Staf pelatih Mesir melakukan protes keras kepada wasit hingga pelatih kiper Saafan El-Sagheer mendapatkan kartu merah.
Mesir Soroti Keputusan VAR dan Insiden Mohamed Salah
Salah satu momen yang membuat kubu Mesir marah terjadi beberapa saat sebelum gol kemenangan Argentina.
Mesir merasa seharusnya mendapatkan hadiah penalti setelah Mohamed Salah terjatuh di kotak penalti akibat kontak dengan Julián Álvarez. Namun, wasit François Letexier dan VAR tidak memberikan keputusan penalti.
Selain itu, Mesir juga mempermasalahkan gol mereka yang dianulir VAR pada babak kedua karena dianggap terdapat pelanggaran dalam proses terciptanya gol.
Menurut kubu Mesir, beberapa keputusan penting dalam pertandingan lebih banyak menguntungkan Argentina.
Hossam Hassan Singgung Kepentingan Messi
Usai pertandingan, Hossam Hassan menyampaikan kritik keras terhadap jalannya pertandingan. Ia menyebut sepak bola tidak selalu hanya ditentukan oleh performa di lapangan.
Hassan bahkan menyinggung kemungkinan adanya faktor pemasaran yang membuat Lionel Messi tetap berada dalam turnamen.
"Mungkin ini soal pemasaran. Mereka mungkin ingin Piala Dunia bersama juara bertahan dan ingin Messi tetap berada di turnamen," ujar Hassan setelah pertandingan seperti dikutip dari Daily Mail.
Pelatih Mesir tersebut menegaskan bahwa timnya merasa telah memberikan perlawanan terbaik, tetapi hasil akhir dipengaruhi oleh keputusan-keputusan yang dianggap tidak adil.
"Kami bermain lebih baik, tetapi sepak bola terkadang tidak adil," kata Hassan.
Meski demikian, Hassan tetap memberi apresiasi kepada para pemain Mesir yang telah berjuang menghadapi juara dunia.
Pemain Mesir Ikut Kritik Wasit
Mostafa Ziko juga menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit setelah pertandingan. Ia menyebut keputusan yang terjadi membuat perjuangan seluruh pemain Mesir terasa sia-sia.
"Wasit tidak adil. Ini sangat mengecewakan karena kami sudah berjuang untuk seluruh bangsa Mesir," ujar Ziko.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda