Mikel Merino menjadi sosok yang mengakhiri perjalanan Portugal lewat gol pada menit ke-91. Gol telat tersebut memastikan Spanyol melaju ke perempat final sekaligus memupus ambisi Portugal meraih gelar Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Bagi Martinez, kekalahan tersebut menandai berakhirnya sebuah siklus. Dia menilai sudah waktunya bagi Portugal untuk mendapat suara dan pemimpin baru setelah gagal mencapai target utama menjuarai Piala Dunia 2026.
Martinez: Tidak Masuk Akal untuk Melanjutkan
Martinez mengungkapkan keputusan meninggalkan Timnas Portugal tidak ditetapkan sebelum turnamen berlangsung. Kontraknya berakhir bertepatan dengan tersingkirnya Portugal dari Piala Dunia 2026.
"Saya datang dengan tujuan memenangkan Piala Dunia. Karena saya tidak memenanginya, maka tidak masuk akal untuk melanjutkan," kata Martinez dalam konferensi pers setelah pertandingan, sebagaimana dikutip The Independent.
Martinez juga menilai sudah waktunya bagi sepak bola Portugal memasuki fase baru. "Ini adalah akhir dari sebuah siklus. Penting untuk memiliki suara baru, pemimpin baru," ujar Martinez yang mengakhiri tiga setengah tahun masa kepemimpinannya bersama Portugal.
Detail Kecil jadi Penyebab Kekalahan Portugal
Portugal sebenarnya mampu menahan Spanyol tanpa gol hingga penghujung waktu normal. Namun, pertandingan akhirnya ditentukan oleh satu momen krusial. Merino mencetak gol pada menit ke-91 dan membuat Portugal tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan respons.
Kekalahan 0-1 tersebut memastikan Selecao das Quinas kembali gagal meraih trofi Piala Dunia. Martinez menilai pertandingan fase gugur kerap ditentukan oleh detail kecil. Portugal mampu memberikan perlawanan, tetapi gagal memanfaatkan momen-momen penting untuk mengubah jalannya laga.
Pada akhirnya, kekalahan dari Spanyol bukan hanya mengakhiri perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026, tetapi juga menutup masa kepemimpinan Martinez.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda