Parlemen Eropa desak investigasi Gianni Infantino soal kasus Folarin Balogun. (Foto: Photo by MANDEL NGAN / AFP)
Parlemen Eropa desak investigasi Gianni Infantino soal kasus Folarin Balogun. (Foto: Photo by MANDEL NGAN / AFP)

Piala Dunia 2026

Parlemen Eropa Desak Investigasi Gianni Infantino Usai Kontroversi di Piala Dunia 2026

Alfa Mandalika • 08 Juli 2026 15:18
Ringkasnya gini..
  • Sejumlah anggota Parlemen Eropa mendesak penyelidikan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino terkait penangguhan sanksi Folarin Balogun yang dinilai kontroversial.
  • Desakan muncul setelah Donald Trump mengaku sempat menghubungi Infantino sebelum FIFA memutuskan menangguhkan hukuman Balogun.
  • Para legislator meminta transparansi proses pengambilan keputusan, sementara UEFA dan Federasi Sepak Bola Belgia turut mengkritik keputusan FIFA.
Jakarta: Sejumlah anggota Parlemen Eropa mendesak penyelidikan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait dugaan intervensi politik dalam kasus penangguhan sanksi Folarin Balogun. Desakan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang dikirim kepada 27 asosiasi sepak bola negara anggota Uni Eropa pada Selasa, 7 Juli 2026.
 
Desakan itu muncul setelah Belgia mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 4-1 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Balogun tetap tampil pada laga tersebut setelah FIFA menangguhkan sanksi larangan bermain yang sebelumnya dijatuhkan akibat kartu merah langsung.
 

Trump Akui Cawe Cawe


Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui telah menghubungi Infantino terkait kartu merah Balogun yang menurutnya tidak adil. Namun, ia menegaskan tidak meminta imbalan atau perlakuan khusus apa pun.
 
Tak lama setelah itu, FIFA memutuskan menangguhkan hukuman Balogun melalui ketentuan dalam regulasi disiplin yang dinilai kontroversial. Mekanisme itu belum pernah digunakan dalam sejarah Piala Dunia sejak aturan kartu merah diberlakukan.
 

Apa yang Parlemen Eropa Katakan?


Berdasarkan surat yang diperoleh Euronews, mereka mengambil langkah resmi kepada FIFA dengan meminta investigasi atas proses pengambilan keputusan yang berujung pada penangguhan sanksi Balogun.
 
"Kami merasa sudah saatnya asosiasi sepak bola Eropa, yang seluruhnya merupakan anggota FIFA, turun tangan dan meminta FIFA menyelidiki proses pengambilan keputusan dalam kasus Balogun," demikian bunyi surat tersebut.
 
Sejumlah anggota parlemen menduga keputusan itu dipengaruhi tekanan politik, merujuk pada pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaku sempat menghubungi Infantino sebelum keputusan diumumkan.
 

Keputusan FIFA Disebut Sebuah AIB


Anggota Parlemen Eropa dari kelompok Renew Europe, Barry Andrews, menilai keputusan FIFA menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan regulasi disiplin. Ia menyebut keputusan FIFA sebagai sebuah aib dan bentuk penyimpangan terhadap keadilan.

"Sekali lagi kita melihat Infantino dan FIFA menyerah pada tuntutan pemerintahan Trump," kata Andrews kepada Euronews.
 
Keputusan tersebut turut menuai kritik dari sejumlah pihak di Eropa. UEFA menyatakan keputusan FIFA sulit dipahami, sementara Federasi Sepak Bola Belgia mengajukan keberatan atas status kelayakan Balogun tampil pada laga babak 16 besar.
 
Melalui dokumen yang diprakarsai oleh Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang, para legislator meminta asosiasi sepak bola Eropa menuntut transparansi penuh atas proses pengambilan keputusan di internal FIFA.
 
Mereka menegaskan bahwa pejabat senior FIFA harus dimintai pertanggungjawaban hukum apabila terbukti melanggar prinsip netralitas politik.
 
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
 
(Ahmad Raul)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan