Melalui pernyataan resmi di akun media sosial X, Gianni Infantino memastikan proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise tidak akan dilanjutkan.
"Setelah mendengarkan dengan saksama seluruh pandangan yang ada, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan, terlepas dari tingkat dukungan yang ada, tidak lagi sesuai dengan tujuan awal yang ditetapkan," ujar Infantino.
"Tujuan kami selalu dan akan selalu menjadi menyatukan serta meningkatkan sepak bola. Oleh karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan," lanjutnya.
Apa Yang Terjadi Sebelumnya?
FIFA berencana membentuk FIFA Forward Enterprise dengan nilai mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp360 triliun. Federasi sepak bola dunia tersebut juga berencana melepas lebih dari 20 persen saham perusahaan itu kepada investor swasta untuk memperoleh dana segar sebesar 4,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp75 triliun.
FIFA Dikecam Seluruh Dunia
Rencana komersialisasi tersebut langsung mendapat penolakan keras dari badan pengelola sepak bola di berbagai benua. Union of European Football Associations (UEFA) menjadi pihak yang paling vokal dengan mengancam bahwa negara-negara anggotanya akan memboikot seluruh kompetisi resmi FIFA apabila proposal tersebut tetap dijalankan.
Sikap UEFA kemudian mendapat dukungan dari Asian Football Confederation (AFC) dan Confederation of North, Central America and Caribbean Association Football (CONCACAF).
Sementara itu, Confederación Sudamericana de Fútbol (CONMEBOL) turut mengingatkan bahwa kepentingan finansial tidak boleh menggeser nilai dasar olahraga.
Internal FIFA Terpecah
Gejolak juga terjadi di lingkungan internal FIFA. Penasihat senior FIFA, Carlos Cordeiro, memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai bentuk penolakan terhadap rencana tersebut.
"Rencana ini merupakan kesepakatan yang buruk bagi masa depan sepak bola," tegas Cordeiro.
Kritik serupa disampaikan Kepala Operasional FIFA, Kevin Lamour, yang menilai proposal tersebut sebagai proyek sepihak.
"Rencana penjualan saham ini adalah proyek satu orang. Infantino telah menipu staf FIFA terkait proses penyusunan rencana tersebut," ungkap Lamour.
FIFA Akan Melakukan Evaluasi
Pembatalan tersebut menjadi pukulan besar bagi agenda perluasan sumber pendapatan FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino. Menanggapi situasi ini, Infantino menyatakan komitmennya untuk memperbaiki hubungan dengan seluruh pemangku kepentingan dalam beberapa pekan mendatang.
"Tujuan saya adalah membawa seluruh pihak yang berkepentingan kembali bersama dalam semangat kepentingan bersama, dengan tujuan terus mengembangkan sepak bola di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan kami," tutup presiden FIFA itu.
(Ahmad Raul)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda