Trofi Piala Dunia FIFA. (Dok. FIFA)
Trofi Piala Dunia FIFA. (Dok. FIFA)

Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Memicu Kontroversi

Kautsar Halim • 29 Juli 2026 23:48
Ringkasnya gini..
  • FIFA berencana membentuk entitas baru untuk mengelola sisi komersial turnamen besar dan membuka peluang investasi swasta hingga 20 persen dalam proyek tersebut.
  • Rencana tersebut mendapat kritik keras dari UEFA dan sejumlah federasi sepak bola karena dianggap kurang transparan serta berpotensi mengubah nilai tradisional sepak bola.
  • Perdebatan ini kembali membuka pertanyaan besar mengenai masa depan sepak bola dunia, antara kebutuhan pengembangan bisnis dan menjaga identitas olahraga bagi para penggemar.
Zurich: Rencana besar FIFA membuka peluang investasi swasta dalam pengelolaan komersial Piala Dunia menuai kontroversi besar. Gagasan yang disebut sebagai langkah memperkuat bisnis sepak bola global itu justru mendapat penolakan keras dari sejumlah pihak yang khawatir nilai tradisional sepak bola akan semakin bergeser ke arah komersialisasi. 
 
FIFA dikabarkan tengah menyiapkan sebuah entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan menangani berbagai aspek komersial dan operasional turnamen besar, termasuk Piala Dunia. Dalam rencana tersebut, FIFA membuka kemungkinan menjual sebagian kepemilikan kepada investor eksternal hingga 20 persen untuk mendapatkan dukungan finansial dari pihak swasta. 
 
Seperti dilansir Reuters, langkah tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai elemen sepak bola, terutama federasi dan organisasi sepak bola Eropa. Mereka mempertanyakan transparansi proses pengambilan keputusan serta khawatir keterlibatan investor swasta dapat mengubah cara sepak bola dunia dikelola. 
 

FIFA Ingin Perkuat Bisnis, tetapi Tuai Kritik


Dari sisi FIFA, rencana ini disebut sebagai upaya untuk memperluas potensi komersial sepak bola sekaligus meningkatkan pendanaan bagi perkembangan olahraga di seluruh dunia.

FIFA menilai model bisnis baru tersebut dapat membantu menciptakan sumber pendapatan tambahan dan memberikan manfaat lebih besar bagi federasi anggota. Dalam proposal yang beredar, asosiasi anggota FIFA juga disebut berpotensi mendapatkan keuntungan finansial melalui skema baru tersebut. 
 
Namun, bagi sejumlah pihak, persoalannya tidak hanya tentang uang. Mereka menilai Piala Dunia bukan sekadar produk bisnis, melainkan kompetisi olahraga yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan emosional bagi jutaan penggemar di seluruh dunia.
 
UEFA menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyampaikan keberatan. Organisasi sepak bola Eropa tersebut mempertanyakan langkah FIFA yang dianggap terlalu cepat dan minim konsultasi dengan pihak-pihak yang selama ini menjadi bagian penting dalam ekosistem sepak bola. 
 

Khawatir Sepak Bola Hilang Identitas


Perdebatan mengenai rencana FIFA ini tidak hanya berkaitan dengan struktur kepemilikan, tetapi juga menyentuh isu yang lebih besar: masa depan sepak bola modern. Banyak pihak khawatir masuknya investor swasta dalam jumlah besar dapat membuat keputusan-keputusan penting semakin dipengaruhi kepentingan finansial. 
 
Mereka menilai ada risiko olahraga yang seharusnya berpusat pada pemain, klub, dan suporter justru lebih diarahkan pada keuntungan bisnis. 
 
Kritik semakin menguat karena Piala Dunia merupakan simbol terbesar sepak bola internasional. Turnamen empat tahunan tersebut bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan negara-negara peserta.
 
Sejumlah federasi nasional juga menyuarakan kekhawatiran terkait kurangnya keterlibatan mereka dalam proses pembahasan rencana tersebut. Beberapa organisasi bahkan meminta FIFA memberikan penjelasan lebih rinci sebelum mengambil keputusan besar menjual sebagian saham Piala Dunia. 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan