Dilansir dari Forbes, Mbappe sebelumnya diperkirakan meraup total pendapatan sebesar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,8 triliun pada musim 2026/2027.
Jumlah tersebut terdiri dari 70 juta dolar AS atau sekitar Rp1,27 triliun dari gaji sebagai pemain dan sisanya dari hak citra serta kesepakatan sponsor.
Angka tersebut menempatkan Mbappe di peringkat ketiga dalam daftar pesepak bola dengan bayaran tertinggi di dunia versi Forbes per awal Oktober 2026.
Namun, potensi kerugian sebesar Rp545 miliar itu masih berupa estimasi karena perusahaan-perusahaan asal China tidak mengungkapkan nilai kontrak mereka secara detail.
Komentar Mbappe soal Mao Zedong Picu Kontroversi
Kontroversi ini bermula dari potongan video acara bincang-bincang televisi Prancis yang ditayangkan di kanal YouTube The Bridge. Dalam acara tersebut, Mbappe ditanya tentanh gambar di internet yang paling membuatnya tertawa.
"Saat mereka membuat video seorang pria, saya rasa dia seorang diktator China, lalu mereka memasang wajah saya," kata Mbappe dalam video tersebut sambil menunjuk wajahnya.
Meski tidak menyebut nama secara langsung, tayangan itu menampilkan wajah Mbappe yang disunting ke dalam gambar mantan Ketua Partai Komunis China (PKC), Mao Zedong.
Reaksi publik China semakin memperburuk situasi Mbappe, yang sebelumnya telah menjadi sasaran meme bernuansa diktator sejak 2024.
Netizen kerap menyunting gambar Mbappe dan menyandingkannya dengan tokoh otoriter, seperti Kim Jong Un dan Joseph Stalin. Kontroversi terbaru kini berdampak pada kerja sama komersial sang pemain.
Kylian Mbappe Kena Boikot di China
Reaksi sejumlah perusahaan China memuncak pada Selasa (27/10). Perusahaan minuman Dongpeng menghentikan seluruh kerja sama dengan Mbappe.
Langkah serupa diambil Mengniu, produsen produk olahan susu terkemuka di China yang menghentikan kerja sama komersial dengan penyerang Timnas Prancis itu.
Tindakan juga diambil oleh China Media Group. Media tersebut menghentikan siaran pertandingan sepak bola yang melibatkan Mbappe, termasuk laga La Liga, serta memblokir tayangan iklan yang menampilkan wajah sang penyerang.
(Ahmad Raul)