8 Pemain kunci yang bisa menentukan Perempat Final Piala Dunia 2026. (Foto: chatgpt)
8 Pemain kunci yang bisa menentukan Perempat Final Piala Dunia 2026. (Foto: chatgpt)

Piala Dunia 2026

8 Pemain Kunci yang Bisa Menentukan Perempat Final Piala Dunia 2026

Alfa Mandalika • 08 Juli 2026 22:59
Ringkasnya gini..
  • Delapan pemain diprediksi menjadi penentu hasil perempat final Piala Dunia 2026, di antaranya Michael Olise, Achraf Hakimi, Erling Haaland, Jude Bellingham, dan Lamine Yamal.
  • Jérémy Doku, Lisandro Martínez, dan Gregor Kobel juga dinilai berpotensi menjadi pembeda berkat kontribusi penting mereka bagi masing-masing tim sepanjang turnamen.
  • Perempat final diperkirakan berlangsung ketat, mengingat mayoritas laga fase delapan besar Piala Dunia sejak 1998 berakhir dengan selisih satu gol atau adu penalti.
Jakarta: Delapan pemain diprediksi menjadi sosok kunci yang dapat menentukan hasil pertandingan perempat final Piala Dunia 2026. Penampilan para bintang tersebut berpotensi menjadi pembeda dalam perebutan tiket menuju babak semifinal.
 
Babak perempat final diperkirakan berlangsung ketat. Sejak format 32 peserta diterapkan pada Piala Dunia 1998, sekitar 82 persen pertandingan di fase delapan besar berakhir dengan selisih satu gol atau harus ditentukan melalui adu penalti.
 
Berikut delapan pemain yang diprediksi memegang peran penting bagi masing-masing tim peserta perempat final Piala Dunia 2026.
 

1. Prancis: Michael Olise

Michael Olise menjadi salah satu pemain kunci dalam permainan Timnas Prancis. Berdasarkan analisis Futi, gelandang serang tersebut terlibat dalam 11 persen fase permainan Les Bleus, mencatatkan lima assist, serta memiliki nilai expected goals (xG) tertinggi kedua di dalam tim.

"Sebagian besar tim mungkin akan fokus mencari cara menghentikan Kylian Mbappé. Namun, cara terbaik untuk menghentikan Mbappé adalah dengan terlebih dahulu menghentikan Olise," kata analis taktik Futi.
 

2. Maroko: Achraf Hakimi

Achraf Hakimi menjadi motor permainan Maroko dari sisi kanan. Bek Paris Saint-Germain itu mencatatkan keterlibatan dalam 12 persen fase permainan, sekaligus memimpin tim dalam jumlah tembakan (13) dan peluang yang diciptakan (13).
 
Kemampuannya membantu pertahanan sekaligus membangun serangan membuat Hakimi menjadi pemain paling berpengaruh dalam skema Maroko.
 

3. Norwegia: Erling Haaland

Erling Haaland tetap menjadi andalan Norwegia di lini depan. Meski hanya terlibat dalam empat persen fase permainan, ia menghasilkan nilai xG sebesar 4,9 dari 18 tembakan sepanjang turnamen.
 
Ketajamannya dalam memanfaatkan peluang membuat Norwegia menjadi ancaman besar, terutama melalui serangan balik.
 

4. Inggris: Jude Bellingham

Jude Bellingham menjadi penggerak utama lini tengah Inggris. Gelandang Real Madrid itu unggul dalam pergerakan tanpa bola dan kerap masuk ke kotak penalti lawan dari lini kedua.
 
Bellingham juga mencatatkan 58 fase permainan yang dimenangkan serta menjadi penerima progressive passes terbanyak di skuad Inggris dengan 37 kali.
 

5. Spanyol: Lamine Yamal

Lamine Yamal menjadi tumpuan Spanyol dalam membongkar pertahanan lawan. Kemampuan menggiring bola dan melewati pemain membuatnya berperan penting dalam permainan tim yang mengandalkan penguasaan bola.
 
Hingga babak perempat final, Spanyol telah mencatatkan 2.944 sentuhan di sepertiga akhir lapangan dalam lima pertandingan.
 

6. Belgia: Jérémy Doku

Jérémy Doku menjadi senjata utama Belgia di sektor sayap. Pada musim lalu di Premier League, ia membukukan 238 progressive carries, menjadikannya salah satu pemain paling berbahaya dalam situasi satu lawan satu.
 
Kecepatan dan kemampuan dribelnya diprediksi menjadi kunci bagi Belgia untuk membongkar pertahanan lawan.
 

7. Argentina: Lisandro Martínez

Selain Lionel Messi di lini depan, Lisandro Martínez memegang peran penting di lini belakang Argentina. Bek tengah Manchester United itu menjadi salah satu pemain terbaik Argentina dalam melakukan aksi bertahan di area tinggi untuk memutus serangan lawan.
 
"Cara terbaik untuk meredam Messi adalah memaksanya bermain lebih jauh dari gawang lawan. Saat Argentina bertahan dengan baik, itu terjadi karena para pemain belakang mampu tampil solid," ujar Lionel Scaloni.
 

8. Swiss: Gregor Kobel

Kiper Swiss Gregor Kobel tampil impresif sepanjang turnamen. Dari nilai expected goals on target (xGOT) sebesar 4,96, ia baru kebobolan dua gol yang bukan berasal dari gol bunuh diri.
Penampilan konsisten Kobel menjadi salah satu faktor penting keberhasilan Swiss melaju ke babak perempat final.
 
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
 
(Ahmad Raul)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan