Spanyol, Portugal, dan Maroko ditunjuk sebagai tuan rumah utama. Sementara itu, Argentina, Paraguay, serta Uruguay memperoleh bagian khusus dalam penyelenggaraan dengan menggelar masing-masing satu pertandingan peringatan seratus tahun Piala Dunia.
Status sebagai penyelenggara membuat keenam negara tersebut mendapatkan tiket otomatis menuju putaran final. Dengan demikian, mereka tidak perlu melewati jalur kualifikasi reguler seperti sebagian besar negara peserta lainnya.
Daftar Negara yang Lolos Otomatis
Tiga negara yang menjadi pusat penyelenggaraan Piala Dunia 2030 adalah:
1. Spanyol
2. Portugal
3. Maroko
Adapun tiga negara Amerika Selatan yang menjadi tuan rumah pertandingan peringatan seratus tahun adalah:
1. Argentina
2. Paraguay
3. Uruguay
Penunjukan tersebut telah disahkan melalui Kongres Luar Biasa FIFA yang diikuti oleh seluruh 211 asosiasi anggota. FIFA menetapkan Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama, sedangkan tiga pertandingan peringatan akan dimainkan di Argentina, Paraguay, dan Uruguay.
Mengapa Ada Enam Tuan Rumah?
Format Piala Dunia 2030 dirancang untuk memperingati satu abad penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Edisi perdana Piala Dunia berlangsung di Uruguay pada 1930, dengan tuan rumah keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina di pertandingan final.
Atas dasar sejarah tersebut, FIFA memilih menghadirkan kembali atmosfer Piala Dunia ke Amerika Selatan. Uruguay akan menjadi pusat perayaan simbolis, sementara Argentina dan Paraguay turut mendapatkan kesempatan menggelar pertandingan pembuka rangkaian peringatan.
Setelah tiga pertandingan peringatan di Amerika Selatan selesai, sebagian besar pertandingan turnamen akan diselenggarakan di Spanyol, Portugal, dan Maroko. Konsep ini menjadikan Piala Dunia 2030 sebagai turnamen lintas tiga benua, yakni Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan.
Bukan karena Prestasi di Piala Dunia 2026
Kelolosan otomatis keenam negara tersebut tidak ditentukan oleh hasil yang mereka peroleh pada Piala Dunia 2026. Tiket langsung diberikan karena status mereka sebagai negara penyelenggara Piala Dunia 2030.
Artinya, tim yang menjadi juara dunia pada 2026 tidak serta-merta mendapatkan tiket otomatis untuk edisi berikutnya. Negara juara tetap harus mengikuti mekanisme kualifikasi apabila tidak berstatus sebagai tuan rumah.
Aturan tersebut membuat persaingan kualifikasi menuju Piala Dunia 2030 tetap terbuka. Namun, sejumlah slot dari zona UEFA, CAF, dan CONMEBOL secara praktis telah ditempati oleh enam negara penyelenggara.
Piala Dunia dengan Format Paling Tidak Biasa
Piala Dunia 2030 akan menjadi salah satu edisi dengan cakupan geografis terluas dalam sejarah kompetisi. Perjalanan antarbenua, pengaturan jadwal, kesiapan stadion, dan kondisi fisik pemain diperkirakan menjadi perhatian besar dalam persiapan turnamen.
Di balik tantangan itu, FIFA membawa pesan simbolis yang kuat. Sepak bola akan kembali ke tempat kelahirannya di Uruguay, lalu bergerak menuju pusat utama turnamen di Maroko, Portugal, dan Spanyol.
Enam negara, tiga benua, serta satu perayaan besar seratus tahun Piala Dunia menjadi identitas utama edisi 2030. Bahkan sebelum pertandingan pertama dimulai, turnamen tersebut telah mencatatkan sejarahnya sendiri. (ladbible.com)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda