Thomas Tuchel. (Foto: AFP/Chandan Khanna)
Thomas Tuchel. (Foto: AFP/Chandan Khanna)

Nasib Thomas Tuchel Terancam, Paul Scholes Sebut Sang Pelatih Seolah Minta Dipecat

Alfa Mandalika • 21 Juli 2026 20:46
Ringkasnya gini..
  • Masa depan Thomas Tuchel sebagai pelatih Timnas Inggris kembali menjadi sorotan setelah The Three Lions gagal melangkah ke final Piala Dunia 2026.
  • Kekalahan 1-2 dari Argentina di babak semifinal memicu gelombang kritik, termasuk dari legenda Manchester United dan Timnas Inggris, Paul Scholes, yang menilai Tuchel seolah ingin dipecat dari jabatannya.
  • Menurut Scholes, pernyataan Tuchel setelah pertandingan justru memperburuk situasi. Pelatih asal Jerman itu sebelumnya membantah telah menginstruksikan para pemainnya untuk bermain bertahan pada babak kedua. Ia juga menyinggung bahwa gaya bermain tersebut bukan bagian dari "DNA sepak bola Inggris".
New York: Masa depan Thomas Tuchel sebagai pelatih Timnas Inggris kembali menjadi sorotan setelah The Three Lions gagal melangkah ke final Piala Dunia 2026. Kekalahan 1-2 dari Argentina di babak semifinal memicu gelombang kritik, termasuk dari legenda Manchester United dan Timnas Inggris, Paul Scholes, yang menilai Tuchel seolah ingin dipecat dari jabatannya.
 
Menurut Scholes, pernyataan Tuchel setelah pertandingan justru memperburuk situasi. Pelatih asal Jerman itu sebelumnya membantah telah menginstruksikan para pemainnya untuk bermain bertahan pada babak kedua. Ia juga menyinggung bahwa gaya bermain tersebut bukan bagian dari "DNA sepak bola Inggris".
 
Bagi Scholes, komentar tersebut merupakan kesalahan besar, terlebih Tuchel kini memimpin tim nasional Inggris.

"Komentarnya setelah pertandingan justru lebih buruk daripada penampilan tim. Dia mengatakan itu bukan DNA Inggris. Sekarang Anda adalah bagian dari DNA itu, Thomas," kata Scholes dalam podcast The Good, The Bad and The Football.
 
Scholes menilai seorang pelatih Timnas Inggris seharusnya tidak menyalahkan pemain di depan publik. Menurutnya, kritik terhadap pemain cukup disampaikan secara internal di ruang ganti atau saat sesi latihan.
 
"Dia menyerang dan banyak menyalahkan pemain. Itu sesuatu yang tidak pernah dilakukan pelatih kami. Kritik diberikan di balik pintu tertutup, bukan di depan publik," ujarnya.
 
Mantan gelandang Manchester United itu juga menyinggung rekam jejak Tuchel yang beberapa kali terlibat konflik dengan pemain maupun petinggi klub selama menangani sejumlah tim elite Eropa.
 
Tuchel pernah melatih Borussia Dortmund, Paris Saint-Germain (PSG), Chelsea, dan Bayern Muenchen. Meski sukses meraih sejumlah trofi, perjalanan kariernya di klub-klub tersebut kerap diwarnai perselisihan internal.
 
Scholes menduga pola serupa kembali terlihat bersama Timnas Inggris.
 
"Anda mulai bertanya-tanya dengan cara dia berbicara, apakah sebenarnya dia ingin dipecat? Sepertinya dia memang ingin meninggalkan pekerjaannya. Sulit untuk menarik kembali ucapan-ucapan seperti itu," kata Scholes.
 
Meski mendapat kritik tajam, Tuchel masih terikat kontrak sebagai pelatih Inggris hingga usai Piala Eropa 2028. Ia sebelumnya telah menegaskan ingin menghormati kontraknya dan tetap memimpin The Three Lions hingga turnamen tersebut.
 
Di bawah arahan Tuchel, Inggris berhasil mencapai semifinal Piala Dunia 2026, yang menjadi pencapaian terbaik mereka di ajang tersebut sejak menjuarai Piala Dunia 1966. Namun, kegagalan melangkah ke final membuat tekanan terhadap mantan pelatih Chelsea itu semakin besar.
 
Belum ada pernyataan resmi dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA) terkait masa depan Tuchel. Namun, kritik dari sejumlah mantan pemain dan pengamat diperkirakan akan terus mengiringi perjalanan Inggris menuju kualifikasi Euro 2028.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan