Melalui pernyataan resmi JFA, mereka telah memutuskan untuk mengajukan nama Kozo Tashima dalam pemilihan presiden FIFA yang akan berlangsung pada Maret 2027.
Kozo Tashima memiliki pengalaman memimpin JFA sebagai presiden dari 2016 hingga 2024. Ia berambisi menghentikan upaya Infantino untuk mempertahankan jabatannya untuk periode keempat.
Presiden JFA saat ini, Tsuneyasu Miyamoto, menegaskan bahwa mereka akan mendukung sepenuhnya keputusan Kozo Tashima.
"Kami percaya bahwa langkah ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia nilai-nilai dan sikap yang selama ini dijunjung tinggi oleh sepak bola Jepang," kata Miyamoto, seperti dikutip dari laman resmi JFA, Jumat (6/11/2026).
Kozo Tashima Siapkan Misi Bawa Integritas di FIFA
Dalam pernyataan resminya, Kozo Tashima menjelaskan nilai-nilai yang ingin ia bawa ke tingkat sepak bola dunia.
"Saya percaya bahwa penting untuk menyampaikan kepada dunia sepak bola tentang nilai-nilai integritas, kejujuran, dan standar moral yang tinggi yang selama ini dijaga dan dibangun oleh sepak bola Jepang," ungkap Tashima, seperti dikutip dari laman resmi JFA, Jumat (6/11/2026).
"Saya memutuskan untuk maju dalam pemilihan Presiden FIFA agar dapat memperkenalkan nilai-nilai tersebut kepada dunia sekaligus menciptakan masa depan sepak bola yang lebih baik,” tegasnya.
Jika berhasil memenuhi syarat pencalonan, Kozo Tashima akan menjadi tokoh sepak bola asal Jepang pertama yang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden FIFA.
Pemilihan Presiden FIFA akan berlangsung dalam Kongres FIFA pada Maret 2027 di Rabat, Maroko. Sebanyak 211 asosiasi anggota FIFA akan menggunakan hak suara untuk menentukan presiden yang akan memimpin organisasi tersebut pada periode 2027–2031.
(Ahmad Raul)