Presiden FIFA Gianni Infantino. (Foto oleh Teresa SUAREZ / POOL / AFP)
Presiden FIFA Gianni Infantino. (Foto oleh Teresa SUAREZ / POOL / AFP)

Gianni Infantino Buka Peluang Terhadap Reformasi Tata Kelola FIFA

Alfa Mandalika • 22 September 2026 11:57
Ringkasnya gini..
  • Gianni Infantino membuka peluang peninjauan independen terhadap tata kelola FIFA setelah proyek FIFA Forward Enterprise mendapat kritik dan penolakan.
  • Ia mengusulkan penilaian eksternal serta konsultasi dengan konfederasi dan 211 asosiasi anggota FIFA. UEFA, AFC, dan CONCACAF sebelumnya telah menyuarakan perubahan terkait tata kelola FIFA.
  • Ditengah polemik tersebut, Infantino sendiri telah menyatakan akan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada 2027.
Jakarta: Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, membuka peluang peninjauan independen terhadap sistem tata kelola FIFA sekaligus mempertimbangkan reformasi setelah mendapat tekanan terkait proyek FIFA Forward Enterprise (FFE).
 
Dalam surat kepada anggota Dewan FIFA dan 211 asosiasi anggota pada Senin, 21 September 2026, Infantino mengusulkan penilaian eksternal dan independen terhadap kerangka tata kelola FIFA. Proposal tersebut akan dibahas menjelang rapat Dewan FIFA pada 15 Oktober mendatang.

"Saya akan menanyakan kepada Dewan apakah mereka ingin menugaskan penilaian eksternal dan independen terhadap kerangka tata kelola FIFA saat ini untuk inisiatif strategis utama dan untuk merekomendasikan potensi perbaikan," kata Infantino dalam suratnya, yang dilihat oleh Associated Press. 

Infantino juga mengusulkan konsultasi langsung dan terstruktur dengan konfederasi serta asosiasi anggota untuk membahas penguatan proses pengambilan keputusan FIFA.
   

"Saya akan meminta Dewan apakah mereka ingin menugaskan penilaian eksternal dan independen terhadap kerangka tata kelola FIFA saat ini untuk inisiatif strategis utama dan untuk merekomendasikan potensi perbaikan," kata Infantino dalam suratnya yang dilihat Associated Press.
 

Sorotan Usai Proyek FIFA Forward Enterprise

 
Wacana reformasi tersebut muncul setelah proyek FFE mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Rencana tersebut sebelumnya mencakup kemungkinan penjualan sekitar 20 persen hak komersial FIFA, termasuk hak komersial Piala Dunia, kepada investor swasta.
 
Rencana itu kemudian mendapat kritik setelah informasinya bocor ke publik sebelum proses kelembagaan FIFA selesai. Situasi tersebut memicu perdebatan mengenai transparansi dan proses pengambilan keputusan di tubuh FIFA.
 
Infantino menyatakan proposal FFE menjadi perhatian publik sebelum dapat dipresentasikan secara lengkap kepada Dewan FIFA dan asosiasi anggota.
 
"Usulan tersebut menjadi perhatian publik sebelum proses kelembagaan yang direncanakan FIFA selesai dan sebelum dapat dipresentasikan secara lengkap kepada Dewan dan asosiasi anggota," kata Infantino.
 
Ia menyadari bahwa kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran dan kesan bahwa keputusan telah dibuat, meski menurutnya belum ada keputusan final.

"Usulan tersebut menjadi perhatian publik sebelum proses kelembagaan yang direncanakan FIFA selesai dan sebelum dapat dipresentasikan secara lengkap kepada Dewan dan asosiasi anggota. Saya menyadari bahwa, tanpa konteks lengkap, hal ini menimbulkan kekhawatiran dan menciptakan kesan bahwa keputusan telah diambil. Padahal belum," kata Infantino dalam surat tersebut.
 

Tekanan dari Sejumlah Konfederasi

 
Perselisihan terkait FFE kemudian berkembang menjadi tekanan yang lebih luas terhadap kepemimpinan FIFA. Pada Agustus 2026, konfederasi sepak bola Eropa (UEFA), Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) secara terbuka menyuarakan perubahan dalam tata kelola dan kepemimpinan FIFA.
 
Ketiga konfederasi tersebut sebelumnya juga menyatakan keberatan terhadap rencana FFE dan menyerukan peninjauan independen terhadap proposal yang telah dihentikan tersebut.
 
Di tengah tekanan tersebut, Infantino tetap menyatakan akan mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA pada 2027. Ia telah mengumumkan pencalonannya untuk pemilihan tahun depan dalam Kongres FIFA pada Mei 2026.
 
Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 di Rabat, Maroko. Infantino akan berupaya mendapatkan masa jabatan berikutnya setelah sebelumnya terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016.

(Muhammad Zaidan Rizky)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan