Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Jumat, 25 September 2026, keempat pimpinan liga menilai bahwa FIFA tidak lagi layak menjalankan fungsinya. Mereka menyoroti kegagalan proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) serta pembatalan sanksi larangan bermain bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026.
Sanksi Balogun mendadak ditinjau ulang setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menelepon langsung Infantino setelah kartu merah yang diterima sang pemain pada fase gugur. Keputusan FIFA yang memulihkan hak bermain Balogun dinilai oleh para pimpinan liga sebagai bentuk intervensi politik.
"Sepak bola telah terancam oleh masalah tata kelola yang mendasar dan tidak dapat berkembang secara global jika fondasinya dirusak. Sekali lagi, sepak bola telah mengalami salah satu penyalahgunaan kekuasaan terbesar dalam sejarah FIFA," bunyi pernyataan bersama tersebut.
Pernyataan itu ditandatangani oleh Chief Executive Officer (CEO) Premier League Richard Masters, CEO Bundesliga Marc Lenz, Presiden La Liga Javier Tebas, serta CEO Serie A Luigi De Siervo.
Keempatnya mengkritik Infantino yang dianggap lebih mengedepankan gagasan eksploitatif daripada mencegahnya. Mereka juga mempertanyakan besarnya kewenangan regulasi, komersial, dan politik tanpa pengawasan yang efektif.
Reformasi yang Diinginkan Empat Liga Eropa
Untuk mengembalikan batas-batas konstitusional, keempat liga menyodorkan tiga komitmen utama. Mereka juga mendesak para kandidat Pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027 untuk mengadopsi prinsip tersebut.
1. Peran Nyata Pemangku Kepentingan dalam Pengambilan Keputusan
Liga mendesak pembentukan badan permanen yang mewakili asosiasi nasional, liga, klub, serta pemain putra dan putri.
"Badan baru ini harus mendapat informasi secara penuh mengenai inisiatif baru dan memiliki peran yang berarti dalam proses pengambilan keputusan FIFA, khususnya terkait kalender kompetisi, ketenagakerjaan, serta aset utama sepak bola," tegas mereka.
2. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Riset Independen
Setiap proposal FIFA wajib diawali dengan alasan yang jelas, bukti pendukung, dan penilaian independen untuk mengevaluasi dampaknya terhadap seluruh pemangku kepentingan. Seluruh opsi harus diteliti secara menyeluruh. Keputusan akhir juga harus disertai penjelasan terbuka yang dipublikasikan.
3. Perlindungan Fungsi Regulasi dari Kepentingan Komersial
Badan etik, pengawasan keuangan, dan komite pemilihan diminta agar benar-benar independen dari administrasi FIFA. Reformasi tersebut ditujukan untuk hak penyelenggaraan kompetisi yang dikelola sebagai amanah bagi sepak bola global.
Desakan Reformasi Jelang Pemilihan Presiden FIFA
Gianni Infantino telah memimpin FIFA sejak 2016 dan dipastikan kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga.
Saat ini, Infantino berstatus sebagai kandidat tunggal dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027. Sesuai ketentuan, batas akhir penyerahan berkas pencalonan bagi figur penantang adalah 18 November mendatang.
Keempat liga Eropa tersebut berharap kepemimpinan FIFA mendatang dapat memisahkan kepentingan politik dan komersial dari integritas regulasi olahraga.
(Ahmad Raul)