Kontroversi wasit warnai laju Argentina ke Semifinal Piala Dunia 2026. (Foto: David Ramos / Getty Images via AFP)
Kontroversi wasit warnai laju Argentina ke Semifinal Piala Dunia 2026. (Foto: David Ramos / Getty Images via AFP)

Piala Dunia 2026

VARgentina Viral! Ini Deretan Kontroversi Wasit yang Warnai Laju Argentina

Alfa Mandalika • 14 Juli 2026 18:05
Ringkasnya gini..
  • Sejumlah keputusan wasit yang melibatkan Argentina di Piala Dunia 2026 memicu kontroversi dan kembali memunculkan istilah "VARgentina" di media sosial.
  • Protes dari Aljazair, Mesir, hingga Swiss membuat kepemimpinan wasit dalam laga Argentina menjadi sorotan sepanjang Piala Dunia 2026.
  • Meski muncul tudingan wasit menguntungkan Argentina, hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya pengaturan pertandingan oleh FIFA.
Jakarta: Sejumlah keputusan wasit sepanjang Piala Dunia 2026 memicu protes dari beberapa tim dan memunculkan perdebatan di kalangan publik, terutama terkait pertandingan yang melibatkan Timnas Argentina. Situasi tersebut turut memunculkan spekulasi di media sosial mengenai konsistensi penerapan regulasi pertandingan.
 
Laju Argentina ke semifinal pun tak lepas dari sorotan. Di media sosial, muncul tudingan bahwa sejumlah keputusan wasit lebih menguntungkan La Albiceleste. Sindiran "VARgentina" kembali ramai digunakan oleh warganet, meski tidak ada bukti yang menunjukkan adanya pengaturan pertandingan oleh FIFA.
 

Tudingan Bias Sejak 2022


Perdebatan soal kepemimpinan wasit sebenarnya sudah muncul sejak Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, pemain Portugal Pepe dan Bruno Fernandes mempertanyakan penunjukan wasit asal Argentina, Facundo Tello, yang memimpin laga perempat final Portugal melawan Maroko.
 
"Saya tidak tahu apakah mereka memang ingin memberikan trofi kepada Argentina. Sangat aneh ada wasit dari negara yang masih bertanding memimpin laga kami. Jelas mereka telah membuat pertandingan menjadi tidak seimbang," kata Bruno Fernandes, dikutip dari The Athletic.
 

VARgentina di Piala Dunia 2026


Pada Piala Dunia 2026, kontroversi wasit semakin menjadi sorotan melalui sejumlah insiden yang melibatkan Argentina. Setelah kalah 0-3 pada fase grup, Federasi Sepak Bola Aljazair mengajukan protes kepada FIFA.
 
Mereka menilai Lionel Messi seharusnya mendapat hukuman lebih berat setelah melanggar Aissa Mandi sebelum akhirnya mencetak hat-trick.
 
Kontroversi kembali muncul pada babak 16 besar saat Argentina mengalahkan Mesir 3-2. Mesir memprotes kepemimpinan wasit François Letexier setelah gol mereka dianulir melalui VAR dan klaim penalti tidak diberikan. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menilai keputusan-keputusan tersebut sangat merugikan timnya.

"Sepertinya ada tekanan dari kubu Argentina terhadap wasit sehingga menghasilkan keputusan seperti ini. Hidup memang tidak adil. Dunia juga tidak adil. Tetapi mengapa dalam olahraga juga tidak ada keadilan? Saya tidak yakin dengan hasil ini maupun jalannya pertandingan," kata pelatih timnas Mesir itu.
 
"Wasit tidak adil. Semua kerja keras kami hancur karena keputusan-keputusannya. Kami sempat unggul 2-0, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Menurut kami, penyebabnya adalah keputusan wasit," ujar keras penyerang Mesir, Mostafa Ziko.
 

Apakah Keputusan Wasit Benar?


Mantan wasit Premier League, Graham Scott, turut mengulas insiden tersebut di media The Athletic. Menurut Scott, keputusan VAR yang menganulir gol Mesir tidak tepat karena kontak antara Marwan Attia dan Lisandro Martínez masih tergolong wajar dan tidak cukup untuk dianggap sebagai pelanggaran.
 
"Keputusan menganulir gol Mesir adalah keputusan yang salah. Kontak Marwan Attia terhadap Lisandro Martínez sebelum gol Mostafa Ziko pada menit ke-67 merupakan kontak normal dan seharusnya tidak dianggap sebagai pelanggaran. Insiden itu juga terjadi hampir 90 meter dari gawang sehingga Argentina memiliki banyak waktu untuk kembali bertahan,” ujar Scott, dikutip melalui The Athletic.
 
“Tidak mengherankan jika Mesir merasa dirugikan ketika gol tersebut dibatalkan melalui VAR. Ada sedikit kontak kaki dan tarikan singkat pada kaus, tetapi tidak ada pelanggaran yang layak membuat VAR turun tangan," jelasnya.
 

VARgentina Hentikan Swiss


Kontroversi kembali terjadi saat Argentina mengalahkan Swiss 3-1 setelah perpanjangan waktu pada babak perempat final. Keputusan VAR menjadi sorotan setelah penyerang Swiss, Breel Embolo, menerima kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah.
 
Insiden bermula ketika wasit João Pinheiro memberikan kartu kuning kepada gelandang Argentina, Leandro Paredes, karena dianggap melanggar Embolo. Namun, tim VAR meminta wasit meninjau ulang tayangan untuk memastikan identitas pelanggar. Setelah melihat rekaman, Pinheiro menilai bahwa Embolo memulai kontak atau melakukan simulasi.
 
Kartu kuning Paredes pun dibatalkan dan dialihkan kepada Embolo. Karena sebelumnya sudah menerima kartu kuning, Embolo otomatis diusir dari lapangan. Keputusan tersebut memicu protes dari kubu Swiss. Pelatih Murat Yakin menilai timnya dirugikan oleh keputusan wasit.
 
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
 
(Ahmad Raul)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan