Carlo Ancelotti memastikan bahwa timnas Brasil tidak akan meninggalkan DNA permainan yang telah melekat kuat dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Pelatih asal Italia tersebut menegaskan bahwa karakter permainan Brasil harus tetap mengedepankan bakat, energi, dan kegembiraan, meski tim juga dituntut tampil lebih terorganisasi secara taktik.
“DNA tim nasional sangat penting. DNA Brasil adalah bakat, energi, dan kegembiraan,” ujar Ancelotti, dikutip dari ESPN.
Mantan pelatih Los Blancos itu bahkan mengibaratkan gaya bermain khas Brasil seperti karnaval, yang memadukan seni, kreativitas, serta koordinasi yang terstruktur.
Menurutnya, filosofi tersebut harus diterjemahkan ke dalam permainan tim yang tidak hanya atraktif, tetapi juga efektif di lapangan.
"Saya ingin membandingkan sepak bola Brasil dengan Karnaval. Karnaval adalah hal baru bagi saya, saya menyadari bahwa karnaval memiliki banyak energi, kegembiraan, seni, dan bakat. serta diisi dengan banyak organisasi," ujarnya.
Brasil dijadwalkan melakoni dua pertandingan persahabatan melawan Timnas Prancis di Boston dan Timnas Kroasia di Orlando. Laga ini menjadi bagian dari uji coba terakhir sebelum penentuan skuad final untuk Piala Dunia 2026 mendatang.
Ancelotti mengungkapkan masih terdapat empat hingga lima posisi yang belum dipastikan. Ia membuka peluang bagi sejumlah pemain untuk membuktikan kualitas mereka dalam dua laga tersebut.
"Masih ada empat atau lima tempat tersisa, dan dalam hal itu kami memiliki banyak keraguan," ujar mantan pelatih Real Madrid tersebut.
"Itulah mengapa saya memanggil pemain yang tidak terlalu saya kenal. Saya menginginkan satu bek, dua gelandang, dan dua penyerang lagi. Persaingan sangat ketat. Tim nasional Brasil beruntung memiliki pemain-pemain yang sangat berbakat," tambahnya.
Di sektor penyerang, Ancelotti menegaskan akan tetap mengandalkan empat pemain untuk memaksimalkan daya gedor tim. Ia menilai lini serang akan menjadi salah satu kekuatan utama Brasil saat ini.
Dua laga uji coba ini akan menjadi penentu sebelum pengumuman skuad final pada 18 Mei mendatang.
Dengan tetap berpegang pada DNA permainan Brasil dan mengombinasikannya dengan organisasi tim yang solid, Ancelotti berharap mampu membawa Brasil tampil kompetitif tanpa kehilangan identitas di panggung dunia.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News