Laporan tersebut pertama kali diungkap The New York Post, yang menyebut Trump menilai Infantino memiliki kemampuan luar biasa dalam menyatukan berbagai negara dan organisasi internasional.
Seorang sumber yang dekat dengan Trump mengatakan Presiden AS itu menganggap Infantino sebagai sosok yang dihormati di berbagai belahan dunia.
"Dia dihormati oleh semua orang di seluruh dunia dan memiliki kemampuan istimewa untuk menyatukan banyak pihak," kata sumber tersebut.
Jabatan Sekjen PBB Segera Kosong
Jabatan Sekretaris Jenderal PBB akan kembali diperebutkan tahun ini setelah Antonio Guterres dijadwalkan mengakhiri masa jabatannya pada Desember 2026 usai memimpin organisasi tersebut selama sembilan tahun.Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Infantino mengenai kemungkinan dirinya maju sebagai kandidat.
Apabila memutuskan mencalonkan diri, Infantino harus memperoleh dukungan dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB sebelum mendapat persetujuan Majelis Umum PBB.
Trump Nilai Infantino Punya Pengalaman Memimpin Organisasi Global
Utusan Khusus Trump untuk Kemitraan Global, Paolo Zampolli, menilai pengalaman Infantino memimpin FIFA menjadi modal besar apabila memimpin PBB."Di PBB Anda harus mengelola 193 negara anggota. Di FIFA terdapat lebih dari 200 federasi anggota. Rekam jejak Gianni menunjukkan bahwa dia mampu mengelola organisasi global," ujar Zampolli.
Ia bahkan menyebut gagasan Trump tersebut sebagai ide yang brilian.
Hubungan Trump dan Infantino Jadi Sorotan
Kedekatan Trump dan Infantino menjadi perhatian sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.Infantino sebelumnya memberikan FIFA Peace Prize kepada Trump pada akhir 2025. Selama turnamen berlangsung, keduanya juga beberapa kali tampil bersama dalam berbagai agenda resmi FIFA.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi ketika Trump mengaku sempat menghubungi Infantino terkait kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun pada babak 16 besar.
Trump mengatakan dirinya sempat menyampaikan keluhan kepada Presiden FIFA, meski kemudian mengaku hanya bercanda mengenai permintaan tersebut.
Jadi Sorotan di Final Piala Dunia
Puncak perhatian publik terjadi pada laga final Piala Dunia 2026 ketika Trump hadir langsung menyaksikan kemenangan Spanyol atas Argentina dengan skor 1-0.Dalam upacara penyerahan trofi, Trump ikut membawa dan menyerahkan trofi Piala Dunia kepada kapten Spanyol Rodri, sebuah momen yang memicu perdebatan karena dianggap tidak sesuai dengan protokol seremoni FIFA.
Infantino juga terlihat beberapa kali berusaha mengarahkan Trump agar meninggalkan panggung sebelum para pemain Spanyol merayakan keberhasilan mereka.
Gaji FIFA Jauh Lebih Besar
Meski dikabarkan masuk dalam bursa calon Sekjen PBB, peluang Infantino menerima tawaran tersebut masih dipertanyakan.Sebagai Presiden FIFA, pria berusia 56 tahun itu dilaporkan menerima penghasilan sekitar USD6 juta per tahun. Sementara gaji Sekretaris Jenderal PBB berada di kisaran USD418 ribu per tahun, jauh lebih rendah dibandingkan kompensasi yang diterimanya saat ini.
Di sisi lain, Infantino baru-baru ini juga telah menyatakan akan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA untuk periode 2027-2031. Proses pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda