Steve Bruce. (Foto: AFP/Hector Retamal)
Steve Bruce. (Foto: AFP/Hector Retamal)

5 Pesepak Bola Hebat yang Tidak Pernah Dipanggil Timnas

Friko Simanjuntak • 06 Agustus 2022 11:10
 

3. Paolo Di Canio (Italia)

Orang Italia kedua dalam daftar in adalah Paolo Di Canio. Tidak seperti rekan senegaranya Dario Hubner yang meroket bersama tim-tim papan tengah, Paolo Di Canio justru menghabiskan dua dekade lebih kariernya bermain di klub-klub besar.
 
Pria yang dikenal sebagai salah satu legenda Lazio itu pernah memperkuat klub top macam Juventus, Napoli, AC Milan, dan West Ham United. Ia membantu Lazio promosi ke Serie A pada 1987/1988, menjuarai UEFA Cup bersama Juventus (1992/1993) dan merebut scudetto pertamanya bersama AC Milan di musim 1995/1996. Selama 23 tahun kariernya, ia memainkan 670 laga dan mencetak 149 gol.
 
Bicara soal kecintaannya terhadap negaranya, Di Canio bisa dibilang tidak ada lawannya. Dia adalah seorang fasis yang membuaat tato Benito Mussolini di punggungnya. Bisa dibayangkan, betapa bangganya dia jika mendapatkan kesempatan mengenakan jersey Gli Azurri.

Sayangnya, kesempatan itu tidak pernah datang. Sama seperti Hubner, Di Canio juga selalu menjadi pilihan kedua atau ketiga dalam daftar pilihan para pelatih Timnas kala itu. Sepanjang kariernya pada 1985-2008, Di Canio hanya memperkuat Timnas Italia U-21 dan tim B Italia.

2. Bert Trautmann (Jerman)

Seorang sersan Nazi selama Perang Dunia II yang kemudian menjadi tawanan perang setelah Jerman ditaklukkan, Bert Trautmann adalah penjaga gawang terhebat yang tidak pernah membela timnas.
 
Memulai karier pada 1948, Bert Trautmann yang berkarier di Inggris sempat mendapat penolakan ketika Manchester City merekrutnya dari St Helens Town pada 1949. Sebanyak 20 ribu fans pemegang tiket musiman City yang tidak suka dengan rekam jejaknya sebagai mantan sersan Nazi, bahkan sampai mengancam akan memboikot klub sebagai protes.
 
Namun Trautmann segera memenangkan hati para pendukung dengan penampilannya yang berani, bahkan memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Inggris pada tahun 1956. Ia jadi penjaga gawang pertama yang berhasil mendapatkan penghargaan tersebut.
 
Salah satu momen heroik Trautmann untuk City adalah ketika City menjuarai Piala FA musim 1955/1956. Dalam kondisi cedera usai lehernya dihantam lutut pemain Birmingham, Trautmann tetap melanjutkan pertandingan (karena saat itu belum diperbolehkan pergantian pemain) di sisa 15 menit dan berhasil membantu City mempertahankan keunggulan 3-1.
 
Ketidakberuntungan Trautmann di level timnas bukan karena ada kiper yang lebih baik darinya, tapi karena aturan Federasi Sepak Bola Jerman kala itu yang melarang non-domestik mewakili negara mereka saat itu. Alhasil, Trautmann yang berkarier di Inggris tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk membela Timnas Jerman.

1. Steve Bruce (Inggris)

Steve Bruce mungkin jadi satu-satunya pemain yang harus "menderita" akibat pengambilan keputusan yang buruk dari pelatih-pelatih Inggris di era 80 hingga 90an.
 
Legenda Manchester United ini sejatinya adalah pemain yang memiliki semua kompetensi untuk masuk dalam skuat Timnas Inggris. Sebagai seorang bek, ia adalah pemain yang lugas dan tangguh di garis pertahanan.
 
Ban kapten MU yang melingkar di lengannya adalah salah satu buktinya. Selama hampir satu dekade berkarier di Old Trafford, Bruce memimpin MU meraih 3 gelar Liga Inggris, 3 Piala FA dan juga trofi Piala Eropa (Liga Champions).
 
Apesnya, semua prestasi yang ia torehkan selama dua dekade (1979-1999) seakan tidak berarti buat enam pelatih Inggris yang berkuasa pada periode tersebut. Mulai dari Bobby Robson hingga Glenn Hoddle tidak pernah memanggil Bruce untuk memperkuat Timnas Inggris. Bruce bahkan kalah bersaing dengan pemain yang memiliki rekam jejak biasa saja seperti, Carlton Palmer yang memiliki 18 caps bersama Timnas Inggris pada periode yang sama.
 
Mungkin hal ini jugalah yang membuat Timnas Inggris gagal menambah koleksi trofi juaranya di era 80-90an. Bahkan, skuat Tiga Singa sempat mencatatkan salah satu catatan terburuknya pada 1994 di mana mereka gagal lolos ke Piala Dunia.
 
Jika mengambil analogi yang normal dalam pemilihan seorang pemain untuk memperkuat timnas, salah satunya adalah jumlah penampilan pemain tersebut di level klub. Sayang beribu sayang, Bruce sebagai salah satu pemain dengan penampilan terbanyak (929) justru tidak pernah mendapatkan panggilan memperkuat Timnas Inggris hingga ia pensiun pada 1999.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan