Dikutip dari The Athletic, seorang pejabat White House mengkonfirmasi bahwa visa bagi Timnas Iran dan staf yang dibutuhkan untuk tampil di Piala Dunia 2026 telah diterbitkan.
"Visa yang diperlukan agar Iran dapat berpartisipasi di Piala Dunia, termasuk bagi para pemain dan staf pendukung, telah diterbitkan," ujar pejabat tersebut.
Meski demikian, pejabat tersebut menegaskan bahwa proses pemberian visa akan tetap disertai pengawasan keamanan yang ketat. Washington menyatakan tidak akan mentoleransi potensi ancaman keamanan yang memanfaatkan ajang Piala Dunia.
"Kami tidak akan membiarkan tim Iran menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan alasan yang tidak benar," tegasnya.
Sebelum kepastian ini diberikan, Timnas Iran menghadapi ketidakpastian terkait urusan administrasi dan perjalanan selama beberapa bulan terakhir.
Situasi tersebut dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sejak pecahnya konflik militer pada 28 Februari, yang turut memengaruhi persiapan tim menjelang Piala Dunia 2026.
Iran Hadapi Hambatan Administratif
Meski para pemain telah mengantongi visa, masalah administrasi masih dihadapi rombongan ofisial Iran. Sebelumnya, sejumlah pejabat Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) yang diduga memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan ditolak masuk ke Amerika Serikat saat hendak menghadiri undian Piala Dunia di Washington D.C. pada Desember lalu.
Menjelang Piala Dunia 2026, masalah tersebut kembali muncul. FFIRI mengonfirmasi bahwa 13 anggota delegasinya tidak mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat dari lokasi pemusatan latihan tim di Meksiko. Di antara yang ditolak adalah Presiden FFIRI, Mehdi Taj, dan Kepala Keamanan Timnas Iran, Mehdi Malekabad.
Menanggapi situasi tersebut, FFIRI meminta FIFA untuk membantu menyelesaikan persoalan visa yang dihadapi para ofisial tim.
"FIFA sebagai badan pengatur sepak bola dunia memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti masalah ini dan memastikan visa bagi anggota staf tim nasional Iran yang saat ini berada di pemusatan latihan, mengingat kehadiran mereka penting bagi stabilitas tim," tulis FFIRI dalam pernyataan resminya, Sabtu (6/6/2026).
Pemusatan Latihan Iran Pindah ke Meksiko
Akibat ketidakpastian proses visa sebelumnya, Timnas Iran pekan lalu memindahkan lokasi pemusatan latihan yang semula direncanakan di Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko. Meski demikian, jadwal pertandingan Iran di fase grup Piala Dunia 2026 tetap tidak berubah dan akan digelar di California Selatan serta Seattle.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan bahwa Timnas Iran tetap diizinkan berpartisipasi dalam turnamen yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pernyataan ini berbeda dari komentar Trump sebelumnya yang sempat mempertanyakan kelayakan Iran bermain di wilayah Amerika dengan alasan keamanan dan keselamatan tim.
Berdasarkan jadwal resmi, Iran akan memulai kampanye di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Selandia Baru pada 16 Juni di Stadion SoFi, California.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News