Para pemain Timnas Iran. (Dok. Reuters)
Para pemain Timnas Iran. (Dok. Reuters)

Piala Dunia 2026

Jelang Piala Dunia 2026, Iran Tuntut Jaminan Keamanan dari AS dan FIFA

Alfa Mandalika • 13 Mei 2026 21:35
Ringkasnya gini..
  • Tim nasional Iran menuntut jaminan keamanan dan kemudahan akses visa untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
  • Federasi sepak bola Iran menegaskan bahwa kehadiran mereka bergantung pada penghormatan terhadap identitas negara serta jaminan perlindungan bagi pemain dan staf.
  • FIFA kini memikul tanggung jawab besar untuk menengahi ketegangan geopolitik tersebut guna memastikan kesetaraan bagi seluruh peserta.
Jakarta: Persiapan stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko hampir rampung menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Namun, tensi geopolitik mulai membayangi persiapan teknis di lapangan.
 
Fokus dunia kini tertuju pada hubungan diplomatik yang sensitif antara salah satu negara tuan rumah, Amerika Serikat, dan tim nasional Iran yang telah dipastikan lolos kualifikasi.
 
Federasi sepak bola Iran memberikan pernyataan tegas bahwa partisipasi mereka dalam turnamen empat tahunan tersebut tidak hanya bergantung pada kesiapan fisik pemain.

Mereka menekankan pentingnya syarat dan kondisi khusus yang harus dipenuhi oleh pihak penyelenggara bagi delegasi Iran selama berada di wilayah Amerika Utara.
 

Tuntutan Akses Visa dan Keamanan


Dikutip melalui Marca, pihak Iran meminta jaminan yang jelas mengenai proses pemberian visa bagi pemain, staf pelatih, serta ofisial tim. Selain masalah administratif, faktor keamanan menjadi prioritas utama guna memastikan delegasi mereka dapat beraktivitas tanpa hambatan nonteknis di luar lapangan.
 
Ketegangan hubungan antara Iran dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan adanya hambatan birokrasi saat delegasi memasuki wilayah AS.
 
Iran menegaskan bahwa segala bentuk diskriminasi atau perlakuan tidak setara terhadap identitas nasional mereka, termasuk lagu kebangsaan dan bendera negara, tidak dapat diterima sepanjang turnamen berlangsung.
 

Tanggung Jawab FIFA dan Prinsip Kesetaraan


Menanggapi situasi ini, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) diingatkan kembali pada kewajiban mereka untuk menjamin seluruh negara peserta diperlakukan secara adil.
 
Berdasarkan kesepakatan dengan negara tuan rumah, FIFA harus memastikan bahwa faktor politik tidak mengintervensi integritas kompetisi olahraga.
 
Meskipun permintaan jaminan ini dianggap tidak lazim dalam situasi normal, konteks sejarah dan diplomatik Iran-AS menjadikannya isu krusial.
 
Saat ini, komunitas internasional menunggu langkah nyata dari otoritas terkait agar ajang global ini dapat berjalan lancar tanpa terganggu oleh konflik di luar lapangan.
 
(Ahmad Raul)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan