Kekalahan tersebut kembali memupus harapan Inggris untuk mengakhiri penantian panjang meraih trofi Piala Dunia kedua. The Three Lions sempat unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon pada menit ke-55 sebelum akhirnya kebobolan dua gol pada penghujung pertandingan.
Setelah unggul, tim asuhan Thomas Tuchel memilih bermain lebih bertahan demi mempertahankan keunggulan. Namun, strategi tersebut justru memberi kesempatan bagi Argentina untuk terus menekan hingga mampu menguasai jalannya laga.
Tekanan Albiceleste membuahkan hasil pada menit ke-85 ketika Enzo Fernández mencetak gol penyeimbang setelah menerima umpan Lionel Messi. Argentina kemudian memastikan kemenangan melalui sundulan Lautaro Martínez pada masa injury time, atau tambahan waktu, menit ke-90+2, yang juga berasal dari assist Messi.
Baca Juga :
Argentina Terancam Sanksi FIFA usai Bentangkan Banner Kontroversial dalam Perayaan Kemenangan
Kekalahan ini menambah daftar kegagalan Inggris bersama Kane di turnamen besar. Sejak dipercaya menjadi kapten, penyerang berusia 32 tahun itu membawa Inggris mencapai semifinal Piala Dunia 2018, final UEFA European Championship (EURO) 2021, perempat final Piala Dunia 2022 di Qatar, final EURO 2024, hingga kembali menembus semifinal Piala Dunia 2026.
Meski terus membawa Inggris melaju jauh di berbagai turnamen, Kane masih belum mampu mempersembahkan gelar juara bagi negaranya. Saat Piala Dunia berikutnya digelar pada 2030, Kane diperkirakan telah berusia 36 tahun.
Meski demikian, Kane menegaskan belum ingin memutuskan masa depannya bersama tim nasional. Ia mengatakan saat ini fokus utamanya adalah menerima kenyataan atas kekalahan menyakitkan dari Argentina.
"Sekali lagi, masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu," kata Kane, dikutip dari ESPN.
Kane mengaku selalu menikmati setiap kesempatan membela Inggris dan belum ingin menetapkan batas terhadap perjalanan kariernya di level internasional.
"Saya menjalaninya tahun demi tahun dan tim nasional adalah kebanggaan dan kegembiraan saya. Ini adalah hal yang paling saya sukai."
Penyerang Bayern Muenchen itu juga mencontohkan Lionel Messi yang tetap mampu tampil di level tertinggi meski memasuki usia akhir 30-an.
"Empat tahun adalah waktu yang lama. Saya akan berusia 33 tahun musim panas ini, tetapi karier Leo di sana tidak pernah berakhir. Dia masih tampil di level tertinggi."
"Saya tidak pernah ingin membatasi hal-hal ini."
Meski masih membuka peluang tampil pada Piala Dunia berikutnya, Kane menegaskan saat ini dirinya belum memikirkan masa depan.
"Saya akan menanggapi situasi seiring berjalannya waktu, tetapi untuk saat ini saya hanya fokus memproses kekalahan yang berat ini."
Inggris kembali harus menunda ambisinya mengakhiri penantian gelar Piala Dunia sejak 1966. Sementara bagi Kane, kegagalan di Atlanta menjadi babak terbaru dalam perjalanan panjangnya mengejar trofi internasional bersama The Three Lions.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda