Para pemain Argentina memegang spanduk bertuliskan
Para pemain Argentina memegang spanduk bertuliskan

Piala Dunia 2026

Argentina Terancam Sanksi FIFA usai Bentangkan Banner Kontroversial dalam Perayaan Kemenangan

Alfa Mandalika • 16 Juli 2026 12:11
Ringkasnya gini..
  • Argentina berpotensi mendapat sanksi dari FIFA setelah sejumlah pemain membentangkan banner bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" usai mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.
  • Aksi tersebut dinilai berkaitan dengan sengketa Kepulauan Falkland yang masih diperselisihkan Argentina dan Inggris.
  • FIFA melarang segala bentuk pesan politik di stadion, sementara Argentina sebelumnya juga pernah didenda karena insiden serupa pada 2014. Hingga kini, FIFA belum mengumumkan keputusan resmi terkait kemungkinan sanksi.
Jakarta: Timnas Argentina berisiko mendapatkan sanksi dari FIFA setelah sejumlah pemain membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" saat merayakan kemenangan atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (16/7) dini hari WIB.
 
Kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris memastikan Argentina melaju ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun. Lionel Messi menjadi sosok penting di balik kemenangan tersebut lewat dua assist yang berbuah gol Enzo Fernández pada menit ke-85 dan Lautaro Martínez pada masa injury time, atau tambahan waktu, menit ke-90+2.
 
Namun, euforia kemenangan itu berubah menjadi sorotan setelah sejumlah pemain Argentina berfoto sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" yang berarti "Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina."
 
Kalimat tersebut merujuk pada sengketa wilayah Kepulauan Falkland, yang dikenal sebagai Kepulauan Malvinas di Argentina. Wilayah itu hingga kini masih menjadi objek perselisihan kedaulatan antara Argentina dan Inggris sejak pecahnya Perang Falkland pada 1982.
   
 
Isu tersebut juga terus mengiringi perjalanan Argentina sepanjang fase gugur Piala Dunia 2026. Sejumlah suporter beberapa kali melantangkan nyanyian bertema Malvinas di tribun stadion, sementara unggahan Wakil Presiden Argentina menjelang semifinal juga sempat menjadi perhatian publik karena menyinggung persoalan yang sama.
 
FIFA memiliki regulasi yang melarang segala bentuk pesan, simbol, maupun spanduk bernuansa politik ditampilkan selama pertandingan resmi. Karena itu, aksi para pemain Argentina berpotensi menjadi bahan evaluasi Komite Disiplin FIFA untuk menentukan apakah tindakan tersebut melanggar ketentuan yang berlaku.
 
Menariknya, sebelum pertandingan berlangsung, pelatih Argentina Lionel Scaloni justru telah berusaha meredam tensi politik yang menyelimuti duel melawan Inggris. Ia menegaskan laga semifinal seharusnya dipandang sebagai pertandingan sepak bola, bukan dikaitkan dengan konflik sejarah kedua negara mengenai Kepulauan Falkland atau Malvinas.
   
 
Argentina bukan kali pertama terseret persoalan serupa. Pada 2014, FIFA menjatuhkan denda kepada Asosiasi Sepak Bola Argentin setelah para pemain membentangkan spanduk dengan pesan yang sama sebelum pertandingan persahabatan melawan Slovenia.
 
Saat itu, badan sepak bola dunia menjatuhkan denda sebesar 20.000 pound sterling, atau sekitar Rp414,3 juta, karena menilai aksi tersebut melanggar aturan mengenai pesan politik dan perilaku tim.
 
Hingga kini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Belum diketahui apakah Argentina akan kembali dijatuhi sanksi atau hanya menerima peringatan atas aksi para pemainnya setelah laga semifinal.

*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan