Trofi Piala Dunia. (Foto: AFP/Yasser Al-Zayyat)
Trofi Piala Dunia. (Foto: AFP/Yasser Al-Zayyat)

8 Rekor Menarik Negara Peserta Piala Dunia, Ada Indonesia Lho!

Friko Simanjuntak • 18 Agustus 2022 13:14
 

6. Rekor Paling Sering Tampil di Final Piala Dunia tapi Tak Pernah Juara

“Juara tanpa mahkota”, inilah kalimat yang disematkan sejumlah pecinta sepak bola untuk Timnas Belanda di pentas Piala Dunia. Hal ini tidak lepas dari performa ciamik yang kerap kali dipertontonkan para pemain Belanda di ajang Piala Dunia. Namun, sayangnya langkah mereka selalu mentok pada babak final Piala Dunia.
 
Maka dari itu, sejarah mencatat bahwa Belanda merupakan satu-satunya negara yang paling banyak tampil pada babak final, tapi belum pernah sekalipun merasakan gelar juara. Der Oranje tercatat sudah tiga kali tampil di final Piala Dunia, tapi semuanya kandas.
 
Final pertama Belanda terjadi pada Piala Dunia 1974. Dipimpin pemain-pemain top macam Johan Neeskens dan Johan Cruyff, Timnas Belanda difavoritkan jadi juara usai menaklukkan tim-tim kuat macam Brasil, Argentina dan Jerman Timur di fase grup. Sayangnya, mimpi mereka kandas di babak final usai ditaklukkan tuan rumah Jerman Barat dengan skor tipis 1-2.

Kesempatan kedua langsung datang pada edisi berikutnya, yakni Piala Dunia 1978 di Argentina. Masih mengandalkan Johan Neeskens di lini depan, langkah Belanda kembali tersandung di final. Lagi-lagi oleh tuan rumah. Kali ini giliran Argentina yang dimotori Mario Kempes cs yang membuyarkan hasrat Belanda membalas kegagalan di final 1974.
 
Setelah menunggu lebih dari tiga dekade, Belanda kembali memiliki peluang mengakhiri rasa penasaran mereka mengangkat trofi di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Dipimpin Robin van Persie dan Arjen Robben, Belanda tampil trengginas, di mana mereka lolos ke babak final dengan rekor sempurna (selalu menang).
 
Label favorit juara pun kembali dialamatkan pada mereka lantaran Spanyol yang jadi lawan mereka di final, tampil kurang meyakinkan sejak babak penyisihan grup. Apesnya, nasib sial kembali menghampiri Belanda. Setelah bertarung ketat hingga masuk babak extra time, gol Andres Iniesta pada menit ke-116 kembali membuat Belanda gigit jari.
 
Kini di Piala Dunia 2022 Qatar, apakah Belanda mampu mengukir sejarah baru?

7. Rekor Negara yang Paling Banyak dapat Penalti di Piala Dunia

Tendangan penalti adalah hadiah/hukuman yang diberikan wasit akibat adanya pelanggaran di kotak penalti. Pelanggarannya bisa berupa tekel, handball atau dorongan yang dilakukan seorang pemain secara sengaja.
 
Dalam sejarah Piala Dunia, tentunya sudah banyak hadiah/hukuman penalti yang diberikan wasit kepada sebuah tim. Pertanyaannya, negara manakah yang paling sering mendapatkan hadiah penalti?
 
Mungkin banyak orang menjawab Italia, lantaran beberapa penyerang Italia dikenal jago melakukan diving. Ternyata itu salah. Negara yang paling sering mendapatkan hadiah penalti adalah Spanyol. Sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia, Tim Matador sudah 18 kali mendapat hadiah penalti.
 
Sekarang, pertanyaan berikutnya adalah; negara manakah yang paling sering mendapat hukuman penalti? Uniknya, jawabannya sama seperti di atas, yakni Spanyol. Selain mendapat hadiah 18 tendangan penalti, Spanyol juga mendapat hukuman penalti sebanyak 15 kali sepanjang sejarah Piala Dunia.

8. Rekor Negara dengan Jumlah Pertandingan Paling Sedikit di Piala Dunia

Sayangnya, rekor yang tidak pantas untuk dibanggakan ini adalah milik negara kita. Indonesia tercatat sebagai negara yang memainkan pertandingan paling sedikit dalam sejarah Piala Dunia, yaitu 1 pertandingan.
 
Indonesia yang saat itu masih menggunakan nama Hindia-Belanda hanya sekali bertanding dalam debutnya di Piala Dunia 1938. Banyak dari kalian pasti bertanya mengapa Indonesia (Hindia-Belanda) hanya main satu kali, bukannya ada babak penyisihan grup di Piala Dunia?
 
Piala Dunia 1938 di Prancis melanjutkan format Piala Dunia 1934 di Italia, yakni tidak ada penyisihan grup, melainkan langsung babak gugur. Dari 16 yang lolos kualifikasi, hanya 15 negara yang tampil Piala Dunia 1938 lantaran Austria mengundurkan diri.
 
Pada babak 16 besar, Indonesia (Hindia-Belanda) harus berhadapan dengan Hungaria, tim yang di Piala Dunia 1934 melaju hingga perempat final. Dengan bermaterikan pemain-pemain yang berasal dari Jawa, Sumatera, Ambon, Tionghoa hingga Indo-Eropa, Indonesia takluk dengan skor telak 0-6.
 
Sejak kekalahan tersebut, Hindia-Belanda yang kemudian berubah nama jadi Indonesia pada 1945, belum pernah lagi mentas di Piala Dunia. Tapi, tahun depan (2023) Indonesia dipastikan tampil di ajang Piala Dunia, tapi untuk kategori usia muda. Piala Dunia U-20 dijadwalkan digelar di Indonesia pada 20 Mei – 11 Juni 2023.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan