Kebersamaan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Final Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram resmi Gianni Infantino)
Kebersamaan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Final Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram resmi Gianni Infantino)

Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 Dinilai Sukses, Trump Dukung Gianni Infantino jadi Sekjen PBB

Kautsar Halim • 22 Juli 2026 20:17
Ringkasnya gini..
  • Donald Trump dikabarkan mendukung Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjadi Sekretaris Jenderal PBB menggantikan Antonio Guterres.
  • Trump memuji keberhasilan Infantino membawa Piala Dunia 2026 mencetak rekor penonton dan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah.
  • Meski mendapat dukungan Trump, Infantino tetap harus melalui proses panjang pemilihan Sekjen PBB yang melibatkan Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.
Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mendukung Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. Dukungan tersebut muncul setelah keduanya menjalin hubungan yang semakin erat sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
 
Laporan New York Post menyebut Trump menilai Infantino sebagai sosok yang mampu menyatukan berbagai pihak di tingkat global. Pengalaman memimpin FIFA selama satu dekade serta menjalin kerja sama dengan federasi sepak bola, liga, hingga sponsor internasional dianggap menjadi modal besar untuk memimpin organisasi dunia tersebut.
 
Namun, meski mendapat dukungan dari Trump, jalan Infantino menuju kursi Sekjen PBB masih sangat panjang karena proses pemilihannya melibatkan Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.
 

Trump Nilai Infantino Layak Pimpin PBB


Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, dijadwalkan mengakhiri masa jabatannya pada akhir Desember 2026 setelah memimpin organisasi tersebut selama sembilan tahun.

Di sisi lain, Gianni Infantino telah menjabat Presiden FIFA sejak 2016 dan masih berpeluang mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat ketika mandatnya berakhir pada 2027.
 
Menurut laporan tersebut, Trump melihat Infantino sebagai figur yang memiliki kredibilitas internasional berkat kiprahnya memimpin sepak bola dunia.
 
Dukungan Trump disebut semakin menguat setelah berakhirnya Piala Dunia 2026. Keduanya beberapa kali terlihat bersama sepanjang fase akhir turnamen, termasuk saat laga final.
 

Trump Puji Kesuksesan Piala Dunia 2026


Usai final Piala Dunia 2026 yang dimenangkan Spanyol atas Argentina, Trump menyampaikan pujian melalui akun Truth Social miliknya. Ia menyebut turnamen tersebut sebagai kesuksesan besar dan memberi apresiasi khusus kepada Infantino.
 
"Piala Dunia menjadi sebuah KESUKSESAN yang luar biasa!" tulis Trump.
 
"Hanya sedikit orang yang mampu melakukan apa yang telah dia capai dalam mengangkat Piala Dunia ke level yang sebelumnya dianggap mustahil," lanjut tulisan itu.
 
Kedekatan Trump dan Infantino juga terlihat jelas saat keduanya hadir dalam laga final. Kehadiran Trump bahkan sempat menjadi sorotan ketika upacara penyerahan medali dan trofi berlangsung.
 

Proses Pemilihan Sekjen PBB Tak Bisa Ditentukan oleh Trump


Meski memberikan dukungan terbuka, Trump tidak memiliki kewenangan untuk menunjuk langsung Sekjen PBB. Sesuai Pasal 97 Piagam PBB, Sekretaris Jenderal dipilih oleh Majelis Umum berdasarkan rekomendasi Dewan Keamanan PBB.
 
Proses tersebut diawali dengan pencalonan resmi oleh salah satu negara anggota. Setelah itu, kandidat akan menjalani serangkaian dialog publik dan pemungutan suara informal di Dewan Keamanan sebelum dilakukan rekomendasi resmi.
 
Calon Sekjen harus memperoleh sedikitnya sembilan suara dari 15 anggota Dewan Keamanan tanpa mendapat veto dari lima anggota tetap, yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan Tiongkok.
 
Artinya, dukungan Trump hanya menjadi salah satu faktor politik yang dapat memengaruhi proses, bukan penentu hasil akhir.
 

Hubungan Trump dan Infantino Sempat Tuai Kontroversi


Kedekatan keduanya sempat menuai kontroversi setelah muncul laporan bahwa Trump sempat menghubungi Infantino sebelum FIFA menangguhkan sanksi skors satu pertandingan atas kartu merah yang diterima striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, jelang pertandingan babak 16 besar melawan Belgia.
 
Keputusan tersebut memicu tudingan adanya intervensi dan dugaan korupsi. Namun, FIFA menegaskan komunikasi Trump tidak memengaruhi keputusan disiplin yang diambil.
 
Laporan juga menyebut Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad Al-Kamali, mengambil keputusan tersebut tanpa berkonsultasi dengan 18 anggota komite lainnya.
 

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Penonton dan Pendapatan


Di tengah berbagai kontroversi, Piala Dunia 2026 tetap mencatatkan kesuksesan dari sisi bisnis dan popularitas.
 
Pertemuan Spanyol vs Argentina menjadi laga final Piala Dunia yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah dengan 62,8 juta pemirsa televisi.
 
Selain itu, penyelenggaraan turnamen empat tahunan itu tercatat telah menghasilkan pendapatan sebesar USD15,2 miliar yang menjadi rekor tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.
 
Pencapaian tersebut menjadi salah satu alasan Trump menilai kepemimpinan Infantino berhasil membawa FIFA ke level baru di panggung olahraga dunia. (express.co.uk)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan