Kalidou Koulibaly dan Kylian Mbappe dalam laga Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026. (Foto: Franck Fife/AFP)
Kalidou Koulibaly dan Kylian Mbappe dalam laga Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026. (Foto: Franck Fife/AFP)

Piala Dunia 2026

Kalidou Koulibaly Kritik Kebijakan AS yang Hambat Suporter Senegal di Piala Dunia 2026

Kautsar Halim • 20 Juni 2026 17:19
Ringkasnya gini..
  • Kalidou Koulibaly mengkritik kebijakan Amerika Serikat yang dinilai membatasi kehadiran suporter Afrika di Piala Dunia 2026.
  • Kebijakan travel ban berdampak pada 4 negara peserta, yaitu Senegal, Pantai Gading, Iran, dan Haiti.
  • Koulibaly menegaskan fokus tim tetap pada pertandingan, meski kecewa banyak pendukung tidak bisa hadir langsung di stadion.
New Jersey: Kapten Timnas Senegal, Kalidou Koulibaly, mengkritik kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang dinilai membatasi kehadiran suporter asal Afrika selama Piala Dunia 2026.
 
Pemain berusia 35 tahun tersebut menilai aturan tersebut berpotensi menimbulkan perlakuan yang tidak setara bagi pendukung tim peserta.
 
Sorotan tajam ini mencuat setelah Senegal melakoni laga perdana babak penyisihan grup melawan Prancis di MetLife Stadium, yang berakhir dengan kekalahan Singa Teranga dengan skor 1-3.

Mantan bek tangguh Chelsea tersebut menyayangkan kebijakan penangguhan izin masuk yang membuat tribune stadion sepi dari dentuman khas pendukung orisinal Senegal.
 
“Pihak federasi sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya maksimal agar orang tua maupun keluarga dekat kami bisa hadir di sini. Namun, memang benar ada banyak pendukung yang sama sekali tidak bisa terbang ke Amerika,” ujarnya seperti dikutip melalui The Athletic.
 
“Saya rasa setiap tim seharusnya berhak membawa orang-orang (suporter) mereka. Jadi, saya tidak mengerti mengapa orang-orang dari Afrika tidak bisa memilikinya di sini,” lanjutnya.
 

Empat Negara Terdampak Travel Ban


Permasalahan ini bermula dari kebijakan larangan perjalanan parsial (travel ban) yang ditandatangani Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Desember lalu. Kebijakan tersebut berdampak pada 4 negara peserta Piala Dunia 2026, yaitu Senegal, Pantai Gading, Iran, dan Haiti.
 
Aturan itu menangguhkan penerbitan visa kunjungan non-imigran, termasuk visa B1/B2 untuk keperluan bisnis dan pariwisata yang biasanya digunakan suporter untuk menghadiri pertandingan secara langsung.
 
Meski demikian, pemerintah AS memberikan pengecualian bagi atlet, staf pelatih, diplomat resmi, dan keluarga inti peserta Piala Dunia. Namun, kebijakan tersebut tetap membatasi akses bagi suporter umum dari negara-negara yang terdampak.
 
Berdasarkan dokumen Gedung Putih, kebijakan ini diterapkan karena tingginya tingkat pelanggaran masa tinggal visa (overstay) di sejumlah negara. Senegal tercatat memiliki tingkat overstay sebesar 4,30 persen untuk visa kunjungan B1/B2 dan 13,07 persen untuk visa pelajar.
 

Fokus Membela Negara


Meski mengaku kecewa dengan keputusan tersebut, Kalidou Koulibaly memilih untuk tidak terlalu jauh menanggapi persoalan politik dan lebih fokus pada perjuangan tim di lapangan.
 
Saya tidak ingin berbicara mengenai ranah politik atau hal-hal seperti itu. Saya hanya ingin menyuarakan tentang sepak bola, karena sepak bola adalah milik semua orang,” tegas Koulibaly.
 
“Harapan saya situasi ini bisa membaik. Namun yang terpenting, kami akan tetap bermain mati-matian demi rakyat kami di rumah,” pungkasnya.
 
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
 
(Ahmad Raul)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan