Samurai Biru datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah berhasil menahan salah satu favorit grup, Belanda, dengan skor 2-2. Hasil tersebut menempatkan Jepang dalam posisi yang cukup menguntungkan untuk melanjutkan langkah mereka ke fase berikutnya.
Sebaliknya, Tunisia masih berusaha bangkit dari kekalahan menyakitkan 1-5 saat menghadapi Swedia. Hasil buruk itu berujung pada berakhirnya masa tugas Sabri Lamouchi, yang kemudian digantikan oleh pelatih berpengalaman asal Prancis, Herve Renard.
Herve Renard Hadapi Tantangan Berat
Kehadiran Herve Renard langsung menjadi sorotan utama jelang pertandingan ini. Pelatih yang dikenal sebagai spesialis turnamen tersebut memiliki reputasi mentereng setelah sukses membawa Arab Saudi mengalahkan Argentina pada Piala Dunia 2022.
Namun, tugas yang menantinya kali ini tidak mudah. Renard hanya memiliki waktu singkat untuk memperbaiki performa Tunisia yang tampil rapuh saat menghadapi Swedia.
Perubahan diperkirakan akan langsung dilakukan, terutama di sektor pertahanan. Kiper Abdelmouhib Chamakh yang melakukan beberapa kesalahan fatal pada laga sebelumnya berpotensi kehilangan tempatnya dan digantikan Aymen Dahmen.
Selain itu, Tunisia kemungkinan beralih ke formasi 4-2-3-1 yang lebih seimbang. Ismael Gharbi diprediksi mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama untuk menambah kreativitas serangan dari lini kedua.
Jepang Kehilangan Kubo, tapi Tetap Percaya Diri
Jepang juga tidak datang tanpa masalah. Hajime Moriyasu dipastikan kehilangan salah satu pemain kreatif terbaiknya, Takefusa Kubo.
Gelandang Real Sociedad tersebut mengalami cedera saat menghadapi Belanda dan dipastikan absen hingga fase grup berakhir. Kehilangan Kubo tentu menjadi pukulan bagi Samurai Biru, mengingat perannya sangat penting dalam membangun serangan.
Meski demikian, Jepang masih memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Junya Ito diperkirakan akan mengisi posisi yang ditinggalkan Kubo. Pengalaman pemain berusia 33 tahun itu diharapkan mampu menjaga keseimbangan permainan Jepang.
Di luar perubahan tersebut, Moriyasu kemungkinan tetap mempertahankan kerangka tim yang sukses merepotkan Belanda. Organisasi permainan yang disiplin, transisi cepat, dan kerja sama antarlini tetap menjadi senjata utama Samurai Biru.
Perkiraan Susunan Pemain
Tunisia (4-2-3-1): Dahmen; Valery, Rekik, Talbi, Abdi; Khedira, Skhiri; Achouri, Mejbri, Gharbi; Saad.
Jepang (3-4-2-1): Suzuki; Tomiyasu, Taniguchi, Hiroki Ito; Doan, Sano, Kamada, Nakamura; Junya Ito, Maeda; Ueda.
Analisa Taktik dan Prediksi Skor Tunisia vs Jepang
Pertandingan ini diprediksi berlangsung menarik karena kedua tim memiliki kebutuhan yang berbeda. Tunisia perlu kemenangan untuk menjaga peluang bertahan di turnamen, sementara Jepang bisa semakin dekat ke babak gugur jika berhasil meraih tiga poin.
Kehadiran Herve Renard memang berpotensi memberikan suntikan motivasi baru bagi Tunisia. Namun, membenahi organisasi permainan dan mental tim dalam waktu singkat bukan perkara mudah.
Jepang justru tampil semakin matang dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menunjukkan kemampuan bersaing dengan tim-tim besar melalui permainan kolektif yang disiplin dan efektif.
Jika mampu mempertahankan intensitas serta kualitas permainan seperti saat menghadapi Belanda, Samurai Biru diperkirakan akan mampu memanfaatkan celah di lini belakang Tunisia dan mengamankan kemenangan penting.
Empat poin dari dua pertandingan juga berpotensi membawa Jepang semakin dekat dengan pencapaian lolos dari fase grup untuk ketiga kalinya secara beruntun di ajang Piala Dunia.
Prediksi Skor medcom.id: Tunisia 1-3 Jepang
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda