Tuntutan penyelidikan ini diajukan secara resmi oleh FairSquare, organisasi nirlaba yang berfokus pada tata kelola olahraga. Mereka meminta IOC menyelidiki dugaan pelanggaran prinsip netralitas setelah Komite Disiplin FIFA membatalkan larangan bertanding satu laga terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Folarin Balogun sebelumnya menerima kartu merah langsung saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar usai melanggar Tarik Muharemovic.
Sesuai Pasal 10.5 Regulasi Piala Dunia FIFA, kartu merah langsung seharusnya berujung pada skorsing otomatis satu pertandingan.
Sanksi tersebut kemudian dicabut oleh FIFA sehingga Balogun tetap bisa tampil sebagai starter saat Amerika Serikat kalah 1-4 dari Belgia pada babak 16 besar.
Trump Ngaku Cawe Cawe
Sorotan terhadap keputusan Komite Disiplin FIFA semakin menguat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku telah menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta peninjauan ulang hukuman Folarin Balogun.
“Yang saya lakukan hanya meminta peninjauan ulang karena saya tidak menganggap itu sebuah pelanggaran. Saya cukup ahli dalam hal seperti ini. Menurut saya, mereka membuat keputusan yang tepat. Keputusan wasit sebelumnya sangat buruk,” kata Trump, dikutip dari The Athletic.
FairSquare menilai bahwa apabila Infantino terbukti mengintervensi proses disiplin FIFA berdasarkan permintaan seorang kepala negara, tindakan tersebut berpotensi melanggar prinsip independensi dan ketentuan dalam Piagam Komite Olimpiade Internasional (IOC).
FairSquare meminta IOC menyelidiki dugaan tersebut, dengan menegaskan bahwa anggotanya dilarang menerima instruksi dari pemerintah yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan.
FIFA Bantah Ada Intervensi
Gianni Infantino membantah tuduhan telah mengintervensi keputusan Komite Disiplin FIFA. Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui laman FIFA, Presiden FIFA itu menegaskan bahwa badan peradilan FIFA bekerja secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun.
Infantino mengakui sempat berbicara melalui sambungan telepon dengan Donald Trump. Namun, ia menyatakan percakapan tersebut hanya sebatas menjelaskan regulasi FIFA dan tidak memengaruhi proses pengambilan keputusan.
“Badan peradilan FIFA bekerja secara mandiri dan independen. Mereka menerapkan Kode Disiplin FIFA serta mengambil keputusan murni berdasarkan regulasi dan fakta-fakta dalam setiap kasus,” ujar Infantino, dikutip dari The Athletic.
Infantino juga menambahkan bahwa komunikasinya dengan Trump adalah hal yang lumrah, sebagaimana ia rutin bertukar pikiran dengan para kepala negara lainnya di seluruh dunia.
Hingga berita ini ditulis, berbagai sumber telah meminta tanggapan resmi kepada FIFA dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) terkait tuntutan investigasi tersebut, namun kedua lembaga belum memberikan komentar.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Ahmad Raul)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda