Gianni Infantino makin tertekan, Tiga Konfederasi desak mundur sebagai presiden FIFA. (Foto: FREDERIC J. BROWN / AFP)
Gianni Infantino makin tertekan, Tiga Konfederasi desak mundur sebagai presiden FIFA. (Foto: FREDERIC J. BROWN / AFP)

UEFA, Concacaf, dan AFC Kompak Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA

Alfa Mandalika • 11 Agustus 2026 08:16
Ringkasnya gini..
  • UEFA, Concacaf, dan AFC kembali mendesak Gianni Infantino untuk mundur sebagai presiden FIFA serta membatalkan pencalonannya pada pemilihan 2027.
  • Ketiga konfederasi menilai kepemimpinan Infantino tidak transparan dalam polemik FIFA Forward Enterprises (FFE) dan mengkritik tata kelola FIFA.
  • UEFA, Concacaf, dan AFC menuntut investigasi oleh auditor hukum independen. Mereka bahkan mengancam menggelar kompetisi tandingan jika krisis FIFA tidak terselesaikan.
Jakarta: UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kembali mendesak Gianni Infantino untuk mundur dari jabatan presiden FIFA.
 
Desakan itu disampaikan melalui surat terbuka bersama yang dirilis pada Senin, 10 Agustus 2026. Sikap tersebut muncul setelah ketiga konfederasi menyoroti dugaan manipulasi terkait proposal rahasia pembentukan FIFA Forward Enterprises (FFE).
 
UEFA, Concacaf, dan AFC juga meminta Infantino membatalkan pencalonannya kembali dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.

Selain itu, ketiga konfederasi juga mengancam akan membuat kompetisi tandingan secara independen demi melindungi hak bertanding para pemain dari krisis internal FIFA.
 

FIFA Dinilai Tidak Transparan


Dalam surat tersebut, UEFA, Concacaf, dan AFC menilai kepemimpinan Infantino tidak menunjukkan transparansi dan pertanggungjawaban yang semestinya.
 
"Ini bukan perilaku seorang penjaga permainan, melainkan seseorang yang merasa permainan tersebut harus bertanggung jawab kepadanya. Ada keheningan ketika seharusnya ada pertanggungjawaban dan ada jarak ketika seharusnya terdapat keterbukaan," tulis ketiga konfederasi.
 
"Inilah alasan kami mengambil sikap tersebut. Bukan sendirian, tetapi bersama-sama demi tanggung jawab terhadap permainan yang kami layani," tegas mereka.
 

Tata Kelola FIFA Dinilai Lemah


Krisis kepemimpinan FIFA semakin memanas setelah Gianni Infantino menggelar rapat darurat bersama sejumlah anggota Komite Manajemen FIFA di Maroko. Pertemuan tersebut digelar untuk membahas polemik FFE sekaligus menyampaikan permintaan maaf.
 
Namun, UEFA, Concacaf, dan AFC menilai pertemuan di luar markas FIFA di Zurich justru menunjukkan lemahnya tata kelola organisasi.
 
"Pertemuan baru-baru ini, ketika sejumlah anggota Komite Manajemen FIFA dipanggil ke luar negeri alih-alih para pemimpin datang ke Zurich, justru semakin memperkuat kekhawatiran ini," kritik ketiga konfederasi.
 

Tuntut Investigasi Independen


FIFA menyatakan akan menyusun laporan evaluasi internal untuk disampaikan kepada Dewan FIFA. Namun, UEFA, Concacaf, dan AFC menolak langkah tersebut. Ketiga konfederasi mendesak FIFA menunjuk auditor hukum independen agar proses penyelidikan berlangsung transparan.
 
Mereka menilai evaluasi internal tidak cukup untuk mengusut polemik FFE. FIFA dinilai berpotensi mengevaluasi kebijakan dan tindakannya sendiri.
 
"Tata kelola yang tepat dalam menghadapi kurangnya pertimbangan yang begitu besar mengharuskan evaluasi dilakukan oleh pihak ketiga yang sepenuhnya independen. Administrasi FIFA tidak boleh memiliki peran apa pun dalam melakukan evaluasi tersebut," tuntut ketiga konfederasi.
 
(Ahmad Raul)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan