Jakarta: Final Piala Dunia 2026 akan menghadirkan cerita unik di balik persaingan Argentina dan Spanyol. Selain memperebutkan trofi paling bergengsi di sepak bola dunia, partai puncak itu juga mempertemukan pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dengan mantan mentornya, Luis de la Fuente.
Laga final akan berlangsung di New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada Senin (20/7) dini hari WIB. Spanyol dan Argentina sama-sama datang dengan modal impresif setelah menyingkirkan lawan-lawan tangguh di babak semifinal.
Spanyol lebih dulu memastikan tiket ke final usai mengalahkan Prancis dengan skor 2-0 di Dallas Stadium. Sementara itu, Argentina melaju setelah membalikkan keadaan dan mengalahkan Inggris 2-1 di Atlanta Stadium. Kemenangan tersebut membawa Albiceleste tampil di final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun setelah menjadi juara pada edisi 2022.
Bagi Scaloni, laga ini memiliki makna yang lebih dalam. Ia akan berhadapan langsung dengan sosok yang pernah membimbingnya ketika menempuh pendidikan kepelatihan di Spanyol.
Kisah keduanya bermula pada 2017 ketika Scaloni mengikuti kursus UEFA Pro Licence, atau Lisensi Pro UEFA, yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) di Las Rozas, Madrid.
Saat itu, Scaloni masih berstatus sebagai asisten pelatih Sevilla. Program tersebut diperuntukkan bagi calon pelatih, termasuk mantan pemain yang telah berkarier setidaknya delapan tahun di kompetisi Spanyol.
Di kursus tersebut, Luis de la Fuente menjadi salah satu instruktur senior yang mengajarkan materi taktik serta metodologi kepelatihan. Scaloni mengikuti kelas bersama dua mantan pemain Argentina lainnya, Fernando Redondo dan Javier Saviola.
Hubungan keduanya pun terus terjalin hingga kini. Scaloni mengaku masih memiliki kedekatan dengan De la Fuente dan menganggap pelatih berusia 65 tahun itu sebagai salah satu sosok penting dalam perjalanan karier kepelatihannya.
"Saya memiliki hubungan khusus dengannya terutama karena dia pernah menjadi guru saya di Sekolah Pelatih," kata Scaloni usai laga semifinal melawan Inggris.
Scaloni juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat berbincang dengan De la Fuente setelah Argentina menjuarai Piala Dunia 2022. Menurutnya, komunikasi tersebut memberikan dampak positif bagi sang pelatih Spanyol.
"Saat kami menjuarai Piala Dunia, saya sempat berbincang dengan dia, dan saya rasa hal itu sangat membantunya. Saya tidak mengatakan itu karena sombong, tetapi memang begitu adanya. Kami saling mengenal dengan sangat baik," ujar Scaloni.
Meski akan saling berhadapan di final, Scaloni tetap memberikan apresiasi kepada De la Fuente atas keberhasilannya membawa Spanyol kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
"Dia memimpin tim nasionalnya dengan sangat baik, dan saya senang melihatnya di final, sama seperti saya senang untuk Spanyol," pungkasnya.
Pertemuan di New Jersey nanti bukan sekadar duel dua negara besar sepak bola. Final Piala Dunia 2026 juga akan menjadi ajang adu strategi antara seorang guru dan murid yang kini sama-sama berhasil membawa negaranya mencapai panggung tertinggi sepak bola dunia.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan