Cedera yang dialami Neymar terjadi saat membela Santos dalam pertandingan liga melawan Coritiba pada 17 Mei 2026. Insiden itu terjadi sehari sebelum pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, mengumumkan skuad yang dipersiapkan menghadapi Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, hasil pemindaian MRI menunjukkan adanya robekan otot tingkat dua yang diperkirakan membuat pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil itu harus menepi selama dua hingga tiga pekan.
Tim medis Santos awalnya mendiagnosis Neymar mengalami edema atau pembengkakan pada area betis kanan. Namun, setelah pemeriksaan lanjutan yang dilakukan tim medis timnas Brasil pada 28 Mei menemukan gangguan otot yang membutuhkan masa pemulihan setidaknya dua minggu.
Neymar kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan pada Senin, 8 Juni 2026. Federasi Sepak Bola Brasil menyatakan hasil pemindaian terbaru menunjukkan perkembangan yang positif.
"Pemeriksaan menunjukkan kemajuan yang baik dalam perawatannya, sesuai dengan parameter yang diharapkan. Ia akan melanjutkan proses pemulihan dan persiapan fisik yang direncanakan oleh staf medis Tim Nasional Brasil."
Perkembangan tersebut menjadi kabar positif bagi skuad asuhan Ancelotti yang tengah bersiap menghadapi turnamen terbesar sepak bola dunia. Neymar sebelumnya harus absen dalam dua laga persahabatan pemanasan melawan Panama dan Mesir akibat cedera tersebut.
Meski demikian, mantan pemain Barcelona itu masih berpacu dengan waktu agar dapat tampil pada Piala Dunia 2026. Jika mampu pulih tepat waktu, Neymar berpeluang mencatatkan penampilan keempatnya di ajang Piala Dunia setelah sebelumnya tampil pada edisi 2014, 2018, dan 2022. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi 79 gol dari 128 pertandingan bersama Timnas Brasil.
Perkembangan kondisi Neymar menjadi salah satu perhatian utama publik Brasil menjelang turnamen. Hasil MRI yang positif membuat peluang sang megabintang untuk kembali memperkuat Selecao di Piala Dunia 2026 semakin besar.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News