Ilustrasi bola (dok. Medcom.id)
Ilustrasi bola (dok. Medcom.id)

Soccertainment

10 Ritual Aneh di Dunia Sepak Bola (Bagian 2)

Gregorius Gelino, Friko Simanjuntak • 14 Agustus 2022 16:00
Jakarta: Sepak bola adalah olahraga yang paling digandrungi masyarakat di seluruh dunia. Maka dari itu, tak heran apabila banyak orang menuntut seorang pemain atau klub menampilkan permainan indah dan meraih hasil terbaik.
 
Dengan tanggung jawab yang besar, kemudian muncul keraguan. Ketika keraguan itu muncul, para pemain mulai tidak percaya dengan kualitas yang dimilikinya. Imbasnya, mereka mulai berpikir di luar logika.
 
Hal-hal yang berbau takhyul mulai masuk ke dalam logika. Demi bisa menunjukkan performa terbaik, tak jarang para pesepak bola mempercayai hal-hal berbau mistis. Melakukan ritual-ritual aneh pun akhirnya dilakukan.

Di Indonesia, ada banyak pesepak bola atau klub yang punya ritual aneh sebelum mereka bertanding. Mulai dari mengenakan celana dalam yang sama, masuk ke lapangan dengan bagian kaki tertentu, hingga menyewa seorang "dukun" agar timnya menang.
 
Ritual-ritual aneh dan berbau takhyul ini ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia. Dalam sejarahnya, banyak juga pemain atau klub yang memiliki ritual aneh sebelum melakoni sebuah pertandingan.
 
Seperti dilansir dari berbagai sumber, berikut 10 ritual-ritual aneh yang terjadi di dunia sepak bola (bagian 2):
 
5. Sergio Goycochea – Buang Air Kecil di Lapangan
Mantan kiper Argentina Sergio Goycochea punya ritual yang aneh dan sedikit gila. Setiap kali timnya bermain hingga adu penalti, Goycochea akan buang air kecil di lapangan untuk membawa keberuntungan.
 
Sebenarnya, ritual Sergio Goycochea ini dilakukan secara kebetulan. Jadi, semuanya berawal ketika Argentina harus melakoni drama adu penalti melawan Yugoslavia di Piala Dunia 1990. Karena tidak memiliki waktu untuk pergi ke toilet, Goycochea terpaksa buang air kecil di lapangan. Dan ternyata, menurutnya itu membawa keberuntungan dan terus dilakukannya.
 
“Anda tahu, menurut aturan permainan, sampai pertandingan selesai Anda tidak bisa meninggalkan lapangan. Itulah yang terjadi saat melawan Yugoslavia (di perempat final Piala Dunia 1990). Di akhir pertandingan saya benar-benar harus pergi (ke toilet) jadi saya tidak punya pilihan. Tapi kami menang, jadi ketika semifinal melawan Italia harus melalui adu penalti, saya melakukannya lagi - dan itu berhasil! Jadi sejak saat itu saya melakukannya sebelum setiap adu penalti. Itu adalah jimat keberuntunganku.”
 
4. Alan Cork – Tidak bercukur
Penyerang Sheffield United, Alan Cork memiliki ritual atau nazar yang aneh saat timnya berlaga di ajang Piala FA musim 1992/1993. Ia bernazar tidak akan bercukur sampai Sheffield tersingkir dari Piala FA.
 
Nazar yang diucapkan Cork ternyata cukup ampuh. Sheffield terus melaju dan berhasil menembus babak semifinal. Di fase ini, Sheffield United harus melakoni derby melawan Sheffield Wednesday di Wembley.
 
Cork yang bernazar tidak bercukur, tampil di pertandingan ini dengan penampakan yang sangat berantakan. Kumis dan jenggotnya sangat lebat, sedangkan kepalanya botak. Ia lebih terlihat seperti pensiunan pemain, bukan pemain profesional.
 
Cork sejatinya tampil apik di pertandingan itu. Ia mencetak gol penyeimbang 1-1 dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan. Sayangnya, Sheffield United pada akhirnya harus tersingkir usai kalah 1-2.
 
Kendati hasil ini buruk bagi Sheffield United, tapi setidaknya ini adalah hal yang baik buat Alan Cork. Sebab, dengan hasil ini ia akhirnya bisa mencukur kumis dan jenggotnya.
 
3. Romeo Anconetani – Menaburkan Garam di Lapangan
Kali bukan pemain sepak bola yang melakukan ritual aneh, tapi presiden klub. Adalah Romeo Anconetani, presiden klub Liga Italia, Pisa yang punya ritual aneh setiap kali tim miliknya menjamu lawan yang datang. Ia selalu menaburkan garam di lapangan.
 
Ritual Anconetani semakin aneh karena jumlah garam yang akan ia taburkan ke lapangan bergantung bobot pertandingannya. Semakin bergengsi pertandingan yang dimainkan, maka, semakin banyak garam yang akan ditaburkannya di Arena Garibaldi, markas klub Pisa.
 
Suatu ketika, Pisa dijadwalkan menjamu rival lokal mereka Cesena dalam pertandingan yang sangat penting. Anconetani yang tidak ingin kalah gengsi, langsung melakukan ritualnya. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 26 kg garam ia taburkan ke lapangan. Aneh..
 
2. Johan Cruyff – Permen Karet
Pemain terhebat Belanda, Johan Cruyff, ternyata juga memiliki serangkaian ritual yang aneh setiap kali akan bertanding. Salah satunya adalah menampar perut rekan setimnya di Ajax, kiper Gert Bals, sebelum kick-off.
 
Satu lagi ritual aneh yang selalu dilakukan Cruyff adalah memakan permen karet dan kemudian membuangnya ke area lapangan lawan. Ritual ini tidak hanya dilakukan legenda Barcelona itu bersama klub, tapi juga timnas Belanda.
 
Yang menarik, Cruyff pernah lupa melakukan memakan permen karet. Dan parahnya, itu terjadi di pertandingan yang sangat penting, yakni saat Ajax Amsterdam berhadapan dengan AC Milan di final Piala Eropa (Liga Champions 1969). Karena tidak memakan permen karet, ia tidak bisa melakukan ritual membuangnya ke sisi lapangan Milan.
 
Percaya tidak percaya, Cruyff dan Ajax tidak bisa berbuat banyak pada pertandingan tersebut. Mereka dipaksa bertekuklutut oleh AC Milan dengan skor yang mencolok 1-4.
 
1. Midland Portland Cement – Mandi di Sungai Berbahaya
Dalam sepak bola, khususnya di Indonesia, kita sering mendengar ritual-ritual aneh yang kerap dilakukan klub-klub untuk bisa memenangi pertandingan. Salah satu yang paling lazim adalah menyewa seorang dukun.
 
Ternyata hal berbau mistis seperti ini juga terjadi di beberapa negara di dunia. Salah satunya di Zimbabwe. Entah karena perintah dukun atau siapa, manajemen klub sepak bola, Midland Portland Cement, memerintahkan para pemainnya untuk mandi di sungai Zambezi dekat Air Terjun Victoria.
 
Menurut LA Times, tujuan dari ritual tersebut adalah untuk "membersihkan tim dari roh jahat". Sayangnya, manajemen klub tidak terlalu memikirkan risiko bahaya yang ditimbulkan. Sebab, sungai yang akan jadi tempat para pemain melakukan ritual dikenal berbahaya. Selain karena arusnya yang deras, sungai Zambezi juga dikenal sebagai habitat binatang berbahaya seperti kuda nil dan buaya.
 
Dampaknya, alih-alih membersihkan para pemain dari roh jahat, ritual aneh tersebut justru menimbulkan tragedi. Dari sekitar 16 pemain yang mandi di sungai tersebut, hanya 15 pemain yang berhasil keluar dengan selamat. Satu pemain dikabarkan hilang dan diperkirakan tewas tenggelam.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan