Nazar yang diucapkan Cork ternyata cukup ampuh. Sheffield terus melaju dan berhasil menembus babak semifinal. Di fase ini, Sheffield United harus melakoni derby melawan Sheffield Wednesday di Wembley.
Cork yang bernazar tidak bercukur, tampil di pertandingan ini dengan penampakan yang sangat berantakan. Kumis dan jenggotnya sangat lebat, sedangkan kepalanya botak. Ia lebih terlihat seperti pensiunan pemain, bukan pemain profesional.
Cork sejatinya tampil apik di pertandingan itu. Ia mencetak gol penyeimbang 1-1 dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan. Sayangnya, Sheffield United pada akhirnya harus tersingkir usai kalah 1-2.
Kendati hasil ini buruk bagi Sheffield United, tapi setidaknya ini adalah hal yang baik buat Alan Cork. Sebab, dengan hasil ini ia akhirnya bisa mencukur kumis dan jenggotnya.
3. Romeo Anconetani – Menaburkan Garam di Lapangan
Kali bukan pemain sepak bola yang melakukan ritual aneh, tapi presiden klub. Adalah Romeo Anconetani, presiden klub Liga Italia, Pisa yang punya ritual aneh setiap kali tim miliknya menjamu lawan yang datang. Ia selalu menaburkan garam di lapangan.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan